Minggu, 01 Maret 2015

FPSB UII Gelar Konferensi Nasional Psikologi Islam

Image
Dunia Islam selama ini dinilai kerap kali mengadopsi ilmu psikologi yang berbasis pada masyarakat Barat tanpa mengkajinya secara mendalam. Hal ini perlu untuk dikaji kembali mengingat ilmu psikologi Barat pada prinsipnya merupakan respon atas berbagai problem yang dihadapi oleh masyarakat Barat itu sendiri yang erat dengan nilai-nilai budaya yang dimilikinya. Terlebih perkembangan masyarakat Barat modern menjadikan sekulerisme sebagai prinsip hidup dalam ruang sosial.
Pemisahan antara hal-hal yang dipandang sebagai bagian dari nilai agama dan hal-hal bersifat duniawi harus dilakukan. Kenyataannya, problem sosial-psikologis yang dihadapi oleh masyarakat Barat kian meningkat. Berawal dari isu menarik ini, Program Studi S1 Psikologi dan Magister Profesi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (FPSB UII) menggelar The 1st National Conference on Islamic Psychology (NCIP) dan The 1st Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP), pada 27-28 Februari 2015, di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta.
Hadir sebagai keynote speaker, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Periode 2015-2019, Anies R. Baswedan, Ph.D. Sementara sejumlah tokoh Nasional yang hadir sebagai pemateri plenary session tentang kepemimpinan profetik dan intervensi psikologi Islam yakni Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, Prof. Dr. Mahfud MD, Peneliti Kepemimpinan Profetik, Sus Budiharto, M.Si., Psikolog, Ketua PP Asosiasi Psikologi Islam, Drs. Subandi, Ph.D., Dosen Prodi Psikologi UII, Dr. H. Fuad Nashori dan Prof. Dr.dr. Suhartono Taat Putra, Sp.PK,MS. dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Anies R. Baswedan, Ph.D. dalam materinya mengatakan, Indonesia perlu mengembalikan kepercayaan baik diantara masyarakat, maupun masyarakat dengan Negara yang saat ini telah mengalami penurunan kepercayaan. Dalam kata lain Indonesia membutuhkan ihktiar serius untuk melakukan penataan ulang. Dan ini menurutnya hanya bisa dilakukan jika dikerjakan secara bersama-sama dan jika ada kepemimpinan yang dipercaya. “Saat ini yang paling krusial dan hendaknya dapat didorong kembali bila melihat dari konsep profetik adalah sikap amanah,” ungkapnya.
Disampaikan Anies R. Baswedan, kepercayaan dapat diartikan dalam persamaan kompetensi ditambah dengan Integritas serta kedekatan, yang kemudian dibagi dengan self interest. Ketiga hal inilah yang menurutnya dapat membangun sebuah kepercayaan, dan kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya. Selain itu berkenaan dengan kepemimpinan (leadership) juga perlu diliat soal waktu untuk membuktikan, hal ini menurut Anies R. Baswedan sering tidak ada dalam hubungan anatara leadership dan follower.
Sementara Prof. Mahfud MD dalam kesempatannya mengatakan, di Indonesia sebenarnya telah memiliki konsep kepemimpinan yang berakar dari budaya bangsa yang semuanya sama dengan yang diajarkan oleh Islam. Beberapa hal yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin menurut Prof. Mahfud MD antara lain yakni ketegasan sikap, rasa empati, dapat memberi petunjuk, konsisten, lapang dada dan dapat memberikan harapan.
Berkenaan penyelenggaran seminar secara subtansi Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA, IAI, mengatakan, UII sangat menghargai dan berupaya mengembangkan diskursus tentang kepemimpinan menjadi salah satu nilai inti didalam pendidikannya. “Kita melihat bahwa dalam mendidik tugas universitas itu ada tiga, pertama untuk memproduksi manusia-manusia yang selain provesional juga mempunyai kapasitas keilmuan yang baik dan beradab, kedua menjadi sumber pengetahuan yang bisa dipakai oleh masyarakat luas dan yang ketiga adalah membangun teladan yang baik atau uswatun hasanah,” ungkapnya.
Resnia Novitasari, S.Psi., M.A. selaku ketua panitia menyampaikan, penyelenggaraan National Conference on Islamic Psychology (NCIP) untuk kali pertama ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan Psikologi Islam secara berkelanjutan. Fokus kegiatan mengarah pada dua hal, yakni persoalan kepemimpinan di Indonesia dan persoalan pengembangan intervensi pengembangan Psikologi Islam sebagai pemberian bantuan atas problem psikologis, baik individual maupun kelompok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar