Rabu, 13 Mei 2015

Tips Membeli Lensa Kamera DSLR

Kecepatan Lensa

Kecepatan lensa bisa jadi merupakan pokok bahasan ketika Sobat mencari sebuah lensa baru. Kecepatan atau seberapa cepat sebuah lensa sebenarnya berhubungan erat dengan Aperture maksimal yang dimiliki oleh lensa tersebut. Aperture merupakan ukuran bukaan lensa ketika tombol shutter ditekan (atau seberapa banyak cahaya masuk ke dalam kamera). Aperture dilambangkan dengan F (f-stop).
Sobat bisa membaca artikel kami tentang aperture di: Mengenal Aperture dalam Fotografi. Semakin kecil bilangan maka semakin besar lubang, dan akan ada lebih banyak cahaya yang masuk dalam satu waktu. Hal ini berarti Shutter Speed menjadi lebih cepat, dengan alasan inilah mengapa muncul istilah 'cepat' atau 'lebih cepat'
Besarnya Aperture maksimal lensa bisa membantu Sobat dalam beberapa hal antara lain:
  • Lensa "cepat" dengan aperture maksimal f/1.4 memungkinkan kalian memotret ditempat yang relatif lebih gelap dibandingkan dengan lensa yang memiliki aperture maksimal f/4 atau f/5.6. Hal ini tidak membuat lensa yang lebih lambat menjadi jelek, tapi layak untuk diketahui.
  • Lensa yang "lebih cepat" memungkinkan kalian untuk mengambil obyek gerak dan memotretnya tanpa mendapatkan motion blur
  • Lensa "cepat" memungkinkan kalian untuk mendapatkan Depth of Field yang lebih tipis/sempit. Ini berarti ketika kalian memfokuskan pada subyek yang ada di foreground maka background akan menjadi blur atau tidak fokus. Memiliki lensa 'cepat' tentu saja berarti ada kemungkinan fokus menjadi sedikit lebih 'tricky', mengingat Depth of Field yang digunakan sangat tipis/sempit. Sebagai contoh ketika memotret portrait sebuah wajah dengan Aperture f/1.4 dan memfokuskannya pada mata, maka kemungkinan besar kalian akan mendapati hidung sedikit tidak terfokus.
  • Lensa 'cepat' biasanya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan lensa lain yang lebih lambat.
  • Lensa yang lebih "cepat" akan membantu dalam hal flash photography dalam hal merekeam atau mengambil ambient light
Sebagai referensi, kecepatan lensa dengan aperture f/4 biasanya bagus untuk tujuan pemotretan general dengan kondisi pencahayaan yang bagus. f/5.6 membutuhkan pencahayaan yang bagus atau fitur image stabilization (IS/VR), jika Sobat memotret indoor tanpa flash, maka setidaknya gunakan lensa dengan f/2.8, dan jika Sobat memotret sport indoor maka setidaknya gunakan f/2.0 atau bahkan lebih 'cepat' dari itu.

Focal Length

Focal length merupakan panjang dari lensa yang sobat gunakan (satuan mm merupakan satuan pengukuran focal length dari sebuah lensa). Pengukuran ini adalah jarak antar optik ditengah-tengah lensa ke focal point pada sensor kamera. Apa yang harus Sobat tahu adalah bahwa focal length dari sebuah lensa menginformasikan pada kalian pada saat memotret berapa besar subyek tersebut akan diperbesar. Focal Length juga menginformasikan angle of view yang kalian dapat.

Jarak Fokus

Ini merupakan pengukuran antara bagian akhir lensa dengan titik terdekat kemampuan fokus. Hal ini berguna sekali ketika dalam pemotretan makro atau close-up photography, mengingat jenis fotografi ini membutuhkan jarak yang sangat dekat dengan obyek foto.

Image Stabilization

Kebanyakan lensa DSLR sekarang ini sudah dilengkapi dengan fitur image stabilization (pada canon dikenal dengan IS, dan pada lensa Nikon dikenal dengan VR). Fitur ini berguna untuk meminimalkan getaran atau guncangan kamera (Camera Shake).
Camera Shake adalah gerakan yang terjadi pada saat shutter terbuka. Kejadian ini memiliki dampak lebih besar terhadap hasil foto ketika kita menggunakan slow speed, tidak menggunakan tripod dan waktu menggunakan lensa dengan focal length yang lebih panjang.
Setiap lensa dan kemera memiliki tipe IS yang berbeda, tetapi kebanyakan lensa DSLR yang memiliki fitur ini berisi sensor gyro yang mampu mengoreksi setiap getaran kamera. Kami juga tidak begitu memahami mekanisme IS ini tetapi yang pasti semua lensa Canon atau Nikon yang memiliki fitur ini memungkinkan kita untuk memotret dengan hanya memegang kamera (tanpa tripod) dan dengan shutter speed lebih lambat.
Memang IS membantu fotografer dalam mengurangi getaran kamera pada saat tingkat cahaya rendah, tetapi tetap saja tidak membekukan (freeze) obyek yang bergerak. Pada dasarnya IS memudahkan kita memotret pada shutter speed yang lebih rendah dimana aperture kamera terbuka sedikit lebih lama, tetapi jika subyek foto kalian bergerak berarti akan mengakibatkan lebih banyak blur.
Fitur IS berarti biaya tambahan pada sebuah lensa, jadi Sobat butuh pertimbangan apakah aktifitas pemotretan dengan lensa tersebut membutuhkan fitur ini atau tidak. contoh: apakah Sobat sering memotret pada kondisi cahaya rendah dnegan menggunakan focal length yang panjang tanpa tripod?

Rule of Thirds dalam fotografi


Selalu selaraskan subyek utama dengan garis panduan serta titik persimpangan, hindari penempatan horizon yang membagi frame menjadi 2 bagian yang sama, lebih baik tempatkan horison di sepertiga bawah atau atas, elemen-elemen linear dalam foto setidaknya harus mengalir dari bagian ke bagian lain.
Beberapa fotografer hebat mungkin mendapatkan komposisi bagus secara alami, tetapi pada umumnya mereka tidak mendapatkannya dalam waktu singkat serta membutuhkan banyak sekali latihan dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Ajukan pada diri Sobat 2 pertanyaan ini sebelum menekan tombol Shutter:
  1. Apa yang akan menjadi pusat perhatian dari foto Saya?
  2. Dibagian persegi yang manakah akan saya tempatkan POI tersebut? (Tentunya bukan di bagian tengah)
Jawab terlebih dahulu 2 pertanyaan diatas, dan kemudian lakukan framing, dalam waktu dekat Sobat akan menyadari telah menemukan satu bentuk peningkatan dalam dunia fotografi kalian. Di era fotografi digital, Rule of Thirds merupakan fitur yang telah menjadi satu di banyak kamera. Sobat bisa menghidupkan fitur ini dengan menggunakan pengaturan sederhana dan bisa langsung kalian lihat lewat LCD atau viewfinder (baca buku manual kamera kalian). Layar fokus pada kamera DSLR bisa digantikan dengan layar khusus seperti Rule of Third guna memandu kalian melakukan komposisi.

Apakah dengan menggunakan filter lensa akan mengurangi ketajaman foto?


Menjawab pertanyaan diatas akan sangat tergantung pada kualitas filter serta jenis material filter itu sendiri. Kualitas terbaik filter biasanya dibuat dari kaca optik murni, dan harganya bisa beragam dari kategori mahal sampai sangat mahal. Beberapa manufaktur atau produsen ada yang memproduksi filter resin berkualitas tinggi dengan material hampir murni menyerupai kaca. Ada juga filter murah yang terbuat dari plastik beredar dipasaran, tetapi kami tidak merekomendasikan filter beharga murah tersebut.

Filter optik berkualitas bagus yang terbuat dari kaca murni atau resin tidak akan mengurangi ketajaman serta kontras dari foto, tetapi dengan syarat Sobat harus tetap menjaga filter tersebut bersih ketika digukan, bersih dari debu, ataupun bekas sidik jari. Yang harus diperhatikan adalah, ketika Sobat menambahkan elemen di depan lensa, maka akan meningkatkan potensi terjadinya flare dan pantulan cahaya atau yang sering disebut dengan "ghosting" (pantulan tersebut biasanya terjadi antara elemen bagian depan lensa dan bagian belakang dari filter). Ghosting bisa terjadi lebih parah lagi jika Sobat menggunakan lebih dari satu filter disaat bersamaan, contoh: menggunakan filter Polarize didepan filter UV.

Selasa, 12 Mei 2015

Macam Warna Cahaya


Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Intensitas cahaya


Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

Mahasiswa UII bersama Duta Bahari Jogja Tanam Mangrove Untuk Keberlanjutan Kebaharian DIY

Image
Mahasiswa Teknik lingkungan UII sukses membuat gebrakan dengan melaksanakan penanaman 1000 pohon mangrove di Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta pada Minggu 26 April 2015. Kegiatan ini diprakarsai oleh Adam Ikhya Alfarokhi (Teknik Lingkungan-FTSP), M.Nur Laili D.K (Fakultas Hukum), Citra Endah Nur Setyawati (Teknik Lingkungan-FTSP), Nur Amelia Pawestri (Arsitekur-FTSP) yang tergabung dalam sebuah Tim Pekan Kreatifitas mahasiswa dengan judul “ONCOM” (One Child One Mangrove) Pencegah Abrasi dengan Arahan dan Bimbingan Hudori S.T., M.T selaku Kepala Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII.  
Menurut Adam selaku ketua tim tersebut, terselenggaranya acara dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya ekosistem pesisir pantai yang disebabkan oleh abrasi pantai, khususnya di Pantai selatan,  hal tersebut terjadi karena rusaknya ekosistem mangrove akibat ulah dari aktivitas dan produktivitas manusia yang terlalu over dalam memanfaatkan potensi alam, oleh karena itu sebagai wujud kepedulian mahasiswa akan pentingnya pelestarian kawasan hutan mangrove sejak dini, kami mengadakan penghijauan dan juga gebrakan dengan melakukan penanaman 1000 pohon mangrove dengan anak-anak pesisir, “tandasnya”.
Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama bulan April. Adapun beberapa acara lain yang juga telah sukses dilakukan diantaranya adalah kelas apresiasi yang terlaksana pada tanggal 8 April 2015, di SD Muhammadiyah Babagan dengan sasaran anak kelas 3,4,5 SD. Kelas Apresiasi adalah kegiatan penanaman rasa cinta, kepemilikan, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang dilakukan dengan cara memberikan inspirasi anak-anak pesisir dan pendekatan yang menyenangkan tentang mangrove terhadap mereka (dengan metode bermain dan belajar),  kegiatan ini juga disisipi dengan motivasi cita-cita dan wawasan kebangsaan sebagai bekal kelak mereka untuk menyongsong masa depan.
Ditambahkan Adam, disamping acara yang bertujuan untuk menanamkan jiwa kecintaan akan bahari kepada anak-anak usia dini sebagai sasaran utama, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan musyawarah Pemuda Cinta Mangrove yang telah dilaksanakan pada sabtu malam, tanggal 25 April 2015 bertempat di Masjid Makmur Dusun Poncosari, Desa Babagan, Imogiri, Bantul sebagai wadah khususnya bagi para Pemuda generasi penerus bangsa dan masyarakat umum untuk menambah dan berbagi pengetahuan antar sesama. Selain itu kegiatan ini juga berfungsi untuk menginspirasi kaum Pemuda untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya mangrove.
Kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan tokoh bangsa yang sudah teruji dan ahli di bidangnya seperti: Suyadi “sang Profesor Mangrove” penerima penghargaan kalpataru, penghargaan presiden, tamu khusus presiden SBY, SCTV Award, Kick Andy, Suprapto, S.IP selaku Asisten Deputi Peningkatan  Wawasan Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementrian Pemuda Dan Olah Raga Republik Indonesia serta Hudori S.T., M.T sebagai praktisi dibidang lingkungan, dosen teknik lingkungan FTSP UII.  “Diharapkan dengan kehadiran mereka dapat menggugah semangat generasi muda untuk melesatarikan alam disekitarnya, khususnya di lingkungan pesisir,” ungkapnya.
Penyelenggaraan kegiatan didukung penuh oleh Balai Pemuda dan Olahraga Disdikpora DIY serta Kementriaan Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya kerjasama kegiatan ini dengan organisasi kebaharian nasional yaitu Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara yang langsung dibawah binaan KEMENPORA RI. Hadirnya Suprapto yang merupakan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementrian Pemuda Dan Olah Raga Republik Indonesia turut berpartisipasi untuk dapat membagi ilmu dengan para pemuda di pesisir DIY dalam acara ini. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini akan terus terjalin koneksi serta adanya peningkatan disegala sektor yang terkait dengan kebaharian di DIY.

Jumat, 24 April 2015

Tim Sepakbola FTI Menjadi Jawara Baru Liga Super UII

ImageGelaran even olahraga Liga Super UII yang berlangsung lebih dari seminggu sejak 9 April 2015 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final yang mempertemukan tim sepakbola Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan tim Alumni B. Pertandingan final yang berlangsung di lapangan kampus terpadu UII, Kamis sore (23/4) menyisakan kenangan yang dramatis bagi kedua tim karena harus diakhiri dengan drama adu penalti. Pada dua babak pertandingan, kedua tim tampil sama kuat sehingga kedudukan tetap seimbang hingga peluit babak kedua ditiup wasit.  
Di tengah guyuran hujan, ketegangan dalam drama adu penalti ini benar-benar dirasakan oleh eksekutor dan penjaga gawang dari kedua tim. Wasit meminta kapten dari kedua tim untuk memilih sisi koin sebagai penentu tim mana yang melakukan tendangan penalti pertama. Kesempatan itu diperoleh oleh tim Alumni B.
“Sayangnya, eksekutor tim Alumni B gagal memanfaatkan peluang itu sehingga tendangannya tidak membuahkan gol. Pada akhirnya tim sepakbola FTI UII-lah yang dinobatkan sebagai juara”, sebagaimana dituturkan official pertandingan, Khalilurrahman, S.Pd.I. Dengan demikian, tim FTI UII berhak menyandang gelar sebagai kampium baru juara Liga Super UII tahun 2015. Kemenangan FTI tersebut sekaligus mematahkan dominasi tim FIAI yang selama dua tahun beruntun mempertahankan gelar juara liga super.
Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH yang hadir menyaksikan pertandingan turut memberi selamat atas kemenangan FTI UII. “Para pemain yang berpartisipasi dalam Liga Super UII ini telah kami pantau baik dari segi bakat maupun skill-nya lewat pemandu bakat yang kami tugaskan. Selanjutnya saya harap pemain yang nanti kami panggil dapat ikut menyokong pembentukan timnas yang mewakili UII”, ujarnya.
Oleh karenanya, ajang liga super juga menjadi media untuk menyeleksi bakat-bakat unggulan mahasiswa UII di bidang olahraga sepakbola. Di tahun depan, diharapkan semua tim dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi agar pertandingan dapat memunculkan bakat-bakat baru sepakbola di UII.