Rabu, 18 Februari 2015

Menuju Excellent Teaching University, Lab Terpadu UII Sinergikan Penyusunan Modul Praktikum

Image
Salah satu rencana strategis yang akan diwujudkan UII hingga tahun 2018 adalah mewujudkan capaian excellent teaching university yang memiliki basis keunggulan lokal dan nilai-nilai Islami. Capaian tersebut bermakna bahwa UII mampu menjadi kampus yang memiliki kualitas pengajaran yang unggul sebagai prasyarat menuju universitas riset. Untuk mewujudkan capaian tersebut, segenap sivitas akademika UII didorong untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, mulai dari kemampuan akademis, kemampuan pengajaran, termasuk dalam penyempurnaan kualitas bahan ajar yang akan disampaikan kepada mahasiswa.
Seperti dilakukan oleh Lab Terpadu UII dengan menyelenggarakan lokakarya penyusunan modul praktikum fisika dasar dan kimia dasar terpadu bagi para pengajar di UII. Lab Terpadu UII merupakan lembaga yang memiliki otoritas dan fasilitas untuk mengintegrasikan penyelenggaraan praktikum di kedua bidang ilmu tersebut bagi segenap jurusan yang mengajarkannya di UII. Dengan diadakannya lokakarya diharapkan kualitas pengajaran ketika praktikum semakin meningkat dan penyempurnaan modul praktikum dapat menjaring berbagai masukan penting dari para pengajar praktikum.
Dikatakan oleh Rudy Syahputra, S.Si., M.Si., Ph.D selaku Kepala Lab Terpadu UII bahwa keberadaan praktikum fisika dasar dan kimia dasar yang terintegrasi sangat mendukung akselerasi pembelajaran bagi para mahasiswa UII. “Berbeda dengan kampus lainnya, di UII, metodologi dan eksperimen riset telah mulai diajarkan di tahun pertama kuliah agar para mahasiswa kita lebih cepat menyerap ilmu untuk kepentingan pembelajaran berikutnya”, ungkapnya.
Selama ini, implementasi dari hal itu terbukti membuat mahasiswa menjadi lebih cepat beradaptasi mengaplikasikan ilmunya ke dalam bidang terapan seperti program kreativitas mahasiswa. Selain itu, ia menilai sudah waktunya UII untuk menyempurnakan modul praktikum yang ada agar materi di dalamnya dapat mengikuti perkembangan keilmuan yang semakin cepat berkembang. “Pembaruan dan revitalisasi modul praktikum penting agar memenuhi kriteria excellent teaching university”, tambahnya.
Sementara Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc berharap keberadaan lab terpadu di UII dapat lebih dimaksimalkan untuk kemanfaatan sivitas akademika UII dari berbagai prodi yang memiliki kesamaan rumpun ilmu. “Ke depan saya juga membayangkan modul praktikum yang disempurnakan tidak hanya mencakup fisika dasar atau kimia dasar saja, namun juga ilmu-ilmu lainnya”, katanya.
Salah seorang pembicara dalam lokakarya ini, Yusraini D.I.S., M.Si dalam paparannya menyampaikan pembelajaran di laboratorium memang merupakan proses pembelajaran termahal di antara proses lainnya. “Pengembangan materi praktikum diperlukan untuk memenuhi tuntutan zaman dan mutlak untuk mendukung pengembangan universitas menjadi universitas riset. Di dalamnya dapat diintegrasikan perkembangan mutakhir, seperti informasi riset kewirausahaan dan update perkembangan penelitian terbaru”, jelas pengajar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Selasa, 17 Februari 2015

FE UII Tindaklanjuti Kerjasama dengan Universiti Sains Islam Malaysia

Dalam rangka proses internasionalisasi pendidikan, Universitas Islam Indonesia (UII) terus berupaya untuk mewujudkan berbagai macam program kerjasama yang melibatkan universitas atau instansi pendidikan di luar negeri. Terlebih menjelang pelaksanaan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sudah di depan mata, maka tentunya kerjasama tersebut perlu semakin digalakkan. Seperti salah satunya dalam sektor peningkatan kualifikasi lulusan dan peningkatan mutu pendidikan agar lulusan UII mempunyai daya saing yang kuat dan sejajar dengan lulusan PT dari negara ASEAN lainnya.
Guna mendukung proses realisasi internasionalisasi pendidikan tersebut maka dilaksanakan pembahasan kelanjutan kerjasama yang lebih riil antara UII dengan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Pembahasan kerjasama yang difokuskan pada aspek pertukaran pelajar ini berlangsung pada Senin (16/2) di Gedung Ace Partadiredja, FE UII.
Delegasi USIM direpresentasikan oleh Deputy Dean (Academic and Research) Dr. Siti Nurazira Mohd Daud, Head of Program Bachelor of Marketing Financial Services Dr. Syadiyah Abdul Shukor, Vice Head of Program Bachelor of Marketing Financial Services Mrs. Norhaziah Nawai, serta Assistant Registrar Mrs. Nuraina Hanipah. Sementara perwakilan UII direpresentasikan oleh pimpinan FE UII, mulai dari dekan hingga pimpinan di tingkat prodi.
Pada sambutan pembukaannya, Dekan FE UII, Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si menyampaikan harapannya agar program pertukaran pelajar ini bisa berjalan mulai tahun ajaran baru 2015/2016. Menanggapi hal tersebut, Siti Nurazira juga sepakat dengan mengemukakan bahwa tujuan dari kedatangan rombongan dari USIM adalah untuk merealisasikan MOU yang telah tandatangani bulan Desember 2014 lalu.
Pertemuan tersebut juga membahas mix and match kurikulum yang sesuai untuk program pertukaran pelajar. Hal ini terkait 8 mata kuliah yang setara dan memiliki kesamaan 80% yang bisa untuk menggantikan mata kuliah yang akan diambil selama satu semester pada semester ke 3 dan ke 5. Selain itu, disinggung juga dalam pertemuan, wacana ke depan untuk pertukaran staf pengajar selama 1 semester. Di akhir pertemuan, Agus Hardjito berharap agar Nota Kesepakatan antara UII dan USIM dapat berjalan dengan lancar.
 Image

Tingkatkan Minat Meneliti, DPPM UII Selenggarakan Workshop Metodologi Penelitian

Salah satu target yang harus dipenuhi oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dalam rangka mencapai visi Excellent Teaching University pada 2018 mendatang adalah mendorong penelitian yang dilakukan oleh dosen, laboran, dan pustakawan untuk sampai pada publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional. Sehingga penelitian yang dilakukan tersebut tidak hanya menjadi koleksi pribadi saja, namun bisa dipublikasikan dan dibaca oleh orang lain serta bermanfaat bagi perkembangan UII kedepan.
Sebagai direktorat yang salah satunya bertugas untuk melakukan dan mengkordinasikan pengembangan penelitian di UII, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) terus berupaya untuk mencapai target tersebut. Diantara yang dilakukan adalah menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian untuk para dosen, laboran, dan pustakawan pada hari ini (17/2) bertempat di Ruang Sidang DPPM Gedung Auditorium Kahar Muzakkir Lantai 3 Kampus Terpadu UII.
Nampak hadir pada acara tersebut Direktur DPPM UII Prof. Akhmad Fauzy, Ph.D dan Kepala Pusat Penelitian Sosial UII Jaka Sriyana, M.Si, Ph.D serta beberapa peserta dari dosen, laboran, dan pustakawan di lingkungan UII.
Dalam sambutan pembukaannya, Akhmad Fauzy menyampaikan bahwa DPPM pada tahun ini mempunyai target untuk menyelenggarakan sekitar 25 agenda yang berkaitan dengan pengembangan penelitian di UII, dan workshop ini adalah salah satu diantaranya. Dengan adanya workshop ini, diharapkan segenap dosen, laboran, dan pustakawan bisa semakin aktif dalam mengembangan penelitian mereka, karena dari penelitian itu banyak manfaat yang bisa diterima.
Sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut, Jaka Sriyana memaparkan materi terkait dengan motivasi utama melakukan penelitian dan publikasi terhadap penelitian tersebut dimana hasilnya bisa dibaca oleh semua orang dan mereka bisa mengambil manfaat dari itu semua. Renacananya kegiatan workshop metodologi penelitian ini akan dilaksanakan selama dua hari sampai dengan besok (18/2).
Hari Kedua, Pemaparan Presentasi Menggunakan Poster
Pada sesi hari kedua ini, Akhmad Fauzy membuka acara dengan penjelasan mengenai teknik pembuatan poster yang menarik. Poster dalam hal ini merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk presentasi selain teknik presentasi sepert biasanya.
“Ini penting untuk diketahui oleh dosen, laboran dan pustakawan, mengingat teknik presentasi menggunakan poster ini sudah banyak digunakan baik di tingkat nasional maupun internasional”, ungkapnya.
Hadir juga sebagai pembicara pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penelitian Sain dan Teknologi (PST) DPPM UII Dr. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., pihaknya menjelaskan bahwa presentasi hasil penelitian itu terdapat dua cara, yaitu oral dan poster, untuk poster ini tentunya memiliki teknik yang lebih rumit.

Teknik Foto Bulb

erikut praktek foto bulb :
  1. Pasang kamera ke tripod,
  2. Atur kamera sedemikian rupa , yang penting shutter speed lambat, bukaan jangan gede - gede, ISO jangan tinggi - tinggi walaupun malam / gelap ISO nya medium aja
  3. Gunakan timer
  4. Tinggal jepret deh
  5. Tunggu dan lihat hasilnya

Berikut praktek Light Painting :
  1. Siapkan kamera, tripod, light stick / benda yang ngeluarin cahaya dah, aktor yang akan melukis
  2. Pasang kamera ke tripod
  3. Aktor pelukis siap di depan kamera dengan light stiknya
  4. Atur kamera sedemikian rupa, yang penting shutter speed atur ke kecepatan bulb, bukaan jangan gede - gede, ISO jangan tinggi - tinggi walaupun malam / gelap ISO nya medium aja
  5. Tidak perlu menggunakan timer
  6. Tekan shutter full, namun tekan terus jangan di lepas, lalu sang aktor mulai menggambar. Jika sudah selesai baru lepas shutternya
  7. Tunggu dan lihat hasilnya

Sekian Teknik Dasar Bulb & Light Painting dari kami, selamat mencoba.

Teknik Foto


Beberapa teknik yang dapat diterapkan agar mendapat mood yang kuat pada foto:

1. Menggunakan F/Diafragma besar
Objek yang difoto akan sangat tajam dan tentunya background menjadi out of focus. Nah dari background tersebutlah bisa dibentuk sebuah mood, karena kita tidak mengerti apa latar dari foto tersebut dan imajinasi lah yang bermain disini. Momen terbaik adalah saat backround lebih gelap daripada objek, shadow lebih menonjol daripada available light



2. Low light
Siapa bilang foto low light adalah foto yang gagal ? Low light adalah salah satu teknik pada mood photography. Untuk menangkap objek yang diam, anda dapat menggunakan tripod untuk menghindari shake pada kamera. Sedangkan objek yang bergerak, maka gunakanlah iso yang tinggi. Anda pasti berfikir iso yang tinggi pasti menghasilkan noise. Noise inilah yang menjadi salah satu penguat mood pada foto, seperti grainy di kamera film tua.

Teknik Fotografi Light Trail

Teknik Fotografi Light Trail adalah sebuah teknik fotografi yang bertujuan untuk menciptakan kesan khusus seperti suasana keramaian kota di malam hari dengan mencerminkan kondisi seperti aslinya. Selain itu teknik ini juga bisa menciptkan karakter yang menarik diantaranya permainan cahaya lampu hingga menciptakan goresan cahaya warna-warni yang menyelimuti obyek atau menciptakan suatu bentuk abstrak.

Nah kali ini saya akan memberikan tutorial tentang Teknik Fotografi Light Trail. Pengen tahu bagaimana melakukan Teknik Fotografi Light Trail, langsung saja ikutin petunjuk yang saya berikan ini.

Cara melakukan Teknik Fotografi Light Trail adalah:
1. Anda harus membawa alat-alat berikut:
a. Kamera DSLR
b. Tripod
2. Siapkan kamera anda dengan kecepatan shutter "Bulb". Apa itu kecepatan shutter "Bulb"? Bulb adalah kecepatan shutter yang paling lambat sehingga semua cahaya yang ditangkapnya dapat menghasilkan keindahan tersendiri seperti foto diatas. Untuk mengatur shutter "Bulb", anda cukup kurangi kecepatan shutternya saja sampai mengeluarkan tulisan "bulb".
3. Siapkan kamera anda dengan diafragma yang sesuai dengan pencahayaan sekitar anda.
4. Lihat waktu anda mengambil, disarankan pengambilan gambar pada saat mulai senja hingga tengah malam. Karena lebih banyak kendaraan yang lewat semakin ciamik pula gambar yang dihasilkan.
5. Potret suasananya, untuk memotret suasananya anda cukup menahan tombol pengambilan gambar hingga anda benar-benar yakin gambarnya bagus. Seperti yang saya bilang diatas lebih banyak kendaraan yang lewat semakin ciamik pula gambar yang dihasilkan.

Pendaftar Mahasiswa Baru UII Jalur PBT Reguler II TA 2015/2016 Meningkat

Jumlah pendaftar seleksi penerimaan mahasiswa baru UII, pada jalur seleksi Paper Based Test (PBT) Reguler II TA 2015/2016 menunjukkan peningkatan dari pelaksanaan gelombang yang sama di tahun akademik sebelumnya. Tercatat kenaikan jumlah pendaftar mencapai 28,79 %. Seperti disampaikan Direktur Direktorat Akademik UII Arief Rahman, SE, M.Com, Ph.D. saat pelaksanaan seleksi Mahasiswa Baru jalur Paper Based Test (PBT) Reguler II TA 2015/2016 di Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Minggu (15/2).
Disampaikan Arief Rahman, pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler II TA 2015/2016 didominasi oleh pendaftar pada Program Studi Pendidikan Dokter, dengan jumlah 536 peserta dari total 765 peserta seleksi. Seperti diketahui, selain melalui  jalur seleksi Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB), pendaftar pada Program Studi Pendidikan Dokter UII hanya dapat melalui jalur seleksi PBT. Berbeda dengan program studi lain yang ditawarkan oleh UII, dimana proses seleksi bisa melalui jalur seleksi Computer-Based Test (CBT) yang pelaksanaannya dilakukan 6 hari dalam satu minggunya. Terlebih model jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru UII jalur CBT juga bisa diikuti di lebih dari 20 titik di berbagai provinsi di Indonesia.
Kenaikan pendaftar mahasiswa baru UII juga terlihat pada jumlah pendaftar jalur seleksi lainnya. Dilaporkan, total pendaftar dari seluruh jalur seleksi mahasiswa baru TA 2015/2016 hingga gelombang ke II adalah mencapai 2865, jumlah tersebut meningkat sebanyak 4,87% dari gelombang yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pendaftar jalur PBT pada gelombang ke II sendiri diperkirakan karena pada tahun sebelumnya pelaksanaan seleksi gelombang ke II bersamaan dengan terjadinya letusan gunung kelud yang menyebabkan wilayah Yogyakarta terganggu oleh abu vulkanik. Sedangkan pada tahun ini pelaksanaan seleksi gelombang ke II berjalan lancar tanpa adanya masalah yang menghambat.
Pada pelaksanaan seleksi PBT Reguler II ini, Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., didampingi Wakil Rektor III, Dr. Abdul jamil, SH.,MH., berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan ujian seleksi para pendaftar. Dr. Harsoyo menyampaikan rasa syukurnya atas kenaikan jumlah pendaftar tersebut, hal ini menunjukkan bahwa UII masih mendapat kepercayaan masyarakat. Dijelaskan juga bahwa kita berharap yang masuk UII adalah orang-orang yang baik dan serius ingin kuliah di UII, dan UII juga memberikan perhatian kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki keinginan yang kuat untuk dapat belajar di UII dengan memberikan keringanan dalam hal pelunasan biaya kuliah.

Senin, 16 Februari 2015

Mahasiswa FTI Luncurkan Aplikasi CELI Berbasis Android di Brontokusuman

Kesadaran masyarakat khususnya di Yogyakarta akan penting kebersihan nampaknya sudah mulai tumbuh, meskipun belum sepenuhnya maksimal, namun sudah menunjukkan peningkatan yang positif. Salah satu yang bisa diambil contoh adalah program Bank Sampah, program ini sudah banyak dijalankan, di Yogyakarta tercatat ada sekitar 315 kampung sudah berpartisipasi dalam program Bak Sampah tersebut.
Demikian itu paparan yang dijelaskan oleh Ibu Faizah selaku perwakilan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta ketika memberikan sambutan berkenaan dengan acara Launching Aplikasi Celengan Limbah (CELI) yang bertempat di Balai RW 16 Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta pada hari ini (15/2).
Selain Faizah, turut hadir juga Dekan Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc, Camat Mergangsan Dra. Tiasning Handayani, Lurah Brontokusuman Pargiat SIP, Dosen Pendaming Novi Setiani ST., MT. dan tim mahasiswa, serta segenap masyarakat sekitar yang tergabung dalam Kelompok Bank Sampah Mekarasri di desa tersebut.
Dalam sambutannya, Imam Djati memaparkan terkait dengan proses pembentukannya dari awal sampai dengan launching saat ini, dimana pada ajang lomba OSN Pertamina beberapa bulan lalu tim ini mendapatkan juara satu tingkat nasional. “Tentu kita bangga dengan adanya capaian ini, bisa membawa nama baik UII, masyarakat Brontokusuman, dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta”, paparnya
Kemudian Tiasning Handayani menjelaskan bahwa aplikasi CELI ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, selain itu juga bisa membatu proses sosialisasi program pemerintah dengan lebih mudah, sehingga kedepan kemungkinan untuk mengembangkan aplikasi akan lebih besar. “Apapun programnya selama itu untuk kebaikan masyarakat, kami dari pemerintah akan selalu mendukung”, ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama antara Bank Sampah Mekarasri Brontokusuman dengan FTI UII, sekaligus launching aplikasi tersebut dan kemudian ditutup dengan demo aplikasi oleh tim mahasiswa FTI UII

Kepedulian dan Doa Orangtua Berperan Sukseskan Pendidikan Anak

Di balik kesuksesan seorang anak dalam menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, sosok yang tak bisa dilupakan tentunya adalah para orangtua. Mereka adalah sosok yang berada di balik layar namun dengan dukungan materiil dan doa yang terus diberikan justru berperan besar dalam mendorong kesuksesan putra-putrinya dalam belajar. Meski demikian, tuntutan zaman saat ini yang sangat kompetitif seringkali memaksa orangtua untuk terfokus pada pekerjaannya. Hal ini menyebabkan tidak sedikit para orangtua yang melalaikan untuk menjalankan perannya tersebut sehingga anak hanya mendapat dukungan materiil namun minim dukungan spiritual dari orangtua.
Sebagaimana disampaikan oleh Drs. Imam Mudjiono, M.Ag dalam sesi sharing Pertemuan Orangtua Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII yang diadakan di Auditorium Gedung Mas Mansur, kampus terpadu UII, Sabtu (14/2). Pertemuan yang dihadiri oleh 300 orangtua mahasiswa FTI UII tersebut banyak mendiskusikan sinergi di antara fakultas dan orangtua untuk bersama-sama memaksimalkan potensi anak dalam menempuh studinya di UII. Seperti diketahui, UII melihat orangtua sebagai sosok yang penting untuk dilibatkan dalam proses pendidikan para mahasiswa karena mereka memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk karakter anak.
Dikatakan oleh Imam Mudjiono bahwa berdasarkan pengalamannya, banyak anak yang menjadi sosok pembelajar sukses ketika belajar di UII dan mudah dalam menempuh karir semata-mata bukan karena kecerdasan yang dimilikinya. “Kita perlu cermati bahwa di balik kecermelangan anak itu ternyata orangtuanya adalah sosok yang taat kepada Allah, prihatin, dan selalu mendoakan anaknya”, ungkap Imam Mudjiono. Inilah yang menjadi kunci penting bagaimana orangtua menjalankan perannya. Menurutnya, doa orangtua menghasilkan energi positif yang dapat dirasakan oleh anak sehingga ia terdorong untuk berusaha lebih.
“Sebaliknya jangan menjadi orangtua yang hanya memberikan support materiil yang berlimpah kepada anak namun tidak pernah beribadah kepada Allah, apalagi mendoakan khusus kepada anaknya”, tukasnya. Ia khawatir fenomena ini belakangan semakin marak karena tuntutan zaman yang membuat orangtua sangat sibuk hingga lupa menjalankan perannya.
Sementara, Dekan FTI UII Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc meminta dukungan dan kerjasama dari segenap orangtua mahasiswa untuk bersama-sama mendampingi putra putrinya selama menempuh studi di UII. “Kami yang menyediakan fasilitas, sedangkan dukungan moral kepada mahasiswa tentunya berpulang kepada orangtua. Sekarang dengan perkembangan teknologi informasi, orangtua dapat memantau keaktifan putra putrinya dalam mengikuti perkuliahan di UII”, tambahnya. Pada kesempatan yang sama Dekan FTI UII juga menyerahkan beasiswa bagi beberapa mahasiswa berprestasi di tiap prodi yang ada di FTI UII. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan live music yang menarik dari salah satu UKM di FTI UII, Kosmik Informatika.

Teknik Bulb

Teknik bulb



  • Biasanya Foto bulb dilakukan pada malam hari 
  • Gunakan speed rendah atau bulb, speed lebih dari 3 detik
  • Karena menggunakan speed rendah, untuk mengimbangi gunakan bukaan atau nilai f besar, f11 sampai f30, gunanya agar gambar bisa terlihat detail keseluruhan tanpa depth of field dan agar cahaya tidak terlalu terang
  • Karena menggunakan kecepatan rendah, agar tidak ada goncangan saat mengambil gambar agar terjadi flug atau gambar yang gerak, makagunakanlah alat bantu berupa tripod. Kalau tidak ada tripodalternatif lain adalah seting kamera dengan timer, dan letakan kamera di landasan yang datar dan jauh dari goncangan.

Setting White Balance

Langkah 1:
Tempatkan kertas/kain atau benda yang sudah kita siapkan tadi dilokasi pemotretan dan pastikan kertas/benda tersebut tersinari oleh sumber cahaya seluruhnya, akan lebih bagus bila diposisikan persis dimana obyek akan kita potret dan dari arah mana kita akan memotret.
Langkah 2:
Bidik dan pastikan seluruh frame foto terisi oleh kertas atau benda tersebut yang akan kita jadikan acuan, usahakan exposure berimbang dan untuk memudahkan shoot set fokus kamera ke manual fokus.
Langkah 3:
Selanjutnya masuk ke menu pengaturan White Balance.
Untuk kamera Canon:
  1. Tekan tombol Menu
  2. Pilih Custom White Balance
  3. Pilih foto tadi, tekan tombol SET
  4. Selanjutnya dari Menu standby, tekan tombol Quick Control Dial [tombol dengan logo Q]
  5. Gulir ke pengaturan White Balance, pilih Custom White Balance
Untuk kamera Nikon:
  1. Dari menu Standby, pilih pengaturan White Balance
  2. Pilih Preset Manual
  3. Pilih foto tadi, tekan tombol OK dua kali untuk mengunakan foto tersebut sebagai acuan Custom White Balance.

Pengaturan ini bersifat konsisten, hanya berlaku untuk kondisi seperti saat kita mengambil foto acuan tersebut. Sehingga apabila ada perubahan sumber cahaya atau pada situasi lainnya maka kita harus melakukan setting ulang seperti langkah-langkah diatas.

TRIK MEMOTRET DENGAN D SLR.

1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar.
Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.
2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.
Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.
3. Pakai tipe gambar JPEG.
JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop. Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut. Dibanding dengan TIF dan Raw, format JPEG lebih mudah dikelola dengan Photoshop. Kedua format tersebut (TIF dan Raw-red) hanya akan menambah pekerjaan Anda sewaktu akan diproses pada Photoshop.
4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.
Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance.
Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.
5. Jangan lupa mengatur “Low ISO Number” atau “Use Auto ISO”.
Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.
6. Optimalkan penggunaan Histogram.
Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.
7. Hindari menggunakan zoom secara digital.
Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.
8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.
Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.
9. Backup hasil foto dalam CD atau DVD.
Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backup seluruh kreasi foto-foto Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.

Tips Foto malam Hari Dengan Kamera DSLR Canon

Berikut ada beberapa tips kamera canon khususnya jenis dslr pada keadaan minim cahaya bagi yang baru belajar fotografi untuk pemula.
1. Gunakan RAW
Untuk foto dimalam hari dengan kualitas bagus gunakan selalu format RAW, karena format gambar seperti ini memotret dengan kualitas gambar terbaik. Dengan RAW artinya foto anda mengandung lebih banyak informasi yang dapat diolah dengan leluasa oleh piranti lunak selain itu anda white balance mudah untuk dirubah. Beberapa software yang serng digunakan antara lain Adove Camera RAW dan Canon Digital Photo pfoessional.
2. Jangan lupakan Tripod
Kondisi minim cahaya berarti anda tidak bisa menggunakan kecapatan shutter yang cepat, umumnya anda harus menggunakan teknik fotografi long exposure.  Tidak pas jika memotret menggunakan tangan saja. Hampir semua kamera canon tidak bisa memotret minim cahaya tanpa tripod.
Ada tips saat menggunakan tripod, pastikan tripod sudah diatur dengan benar dan berdiri dengan stabil. Banyak foto tetap buram karena posisi tripod tidak diperiksa lagi kestabilannya. Gantung tas kamera di bagian bawah tripod untuk menambah berat. Jangan pegang tripod ketika mengambil gambar degan kecepatans shuter lambat.
3. Tentukan Lokasi
Ada baiknya anda tentukan lokasi terlebih dahulu. Pilih lokasi dengan sudut terbaik, cari cahaya dan ikon arsitektur yang terapik. Apabila anda memilih memotret light trails (jejak cahaya), pilihlah jalan teramai dan cari waktu terbaiknya. Anda juga harus menenukan posisi yang terbaik dan aman serta jangan lupa lihat foto dari fotografer lain untuk inspirasi.
Beberapa saran tempat
  1. Dari Atas gedung
  2. Persimpangan jalan didekat icon lokasi.
  3. Icon bersejarah
  4. Gedung-gedung dan bangunan yang diterangi lampu
4. Gunakan Lensa Wide Angle
Lensa wide angle atau lensa lebar. Lensa wide angle digunakan agar mendapatkan pemandangan, cahaya, serta warna lebih banyak pada foto. Lensa lebar  juga berarti depth of field yang lebih lebar sehingga anda mendapatkan foto yang tajam dari foreground hingga background. Apabila menggunakan lensa wide angle tips kamera canon dslr dari kami sebaiknya gunakan lens hood untuk menghindari flare.
5. Sweet Spot
Gunakan sweet spot (bukaan aperture yang menghasilkan foto paling tajam pada lensa). Pada lensa wide angle umumnya sweet spot antara f/8 dan f/16. Ambil beberapa foto pada rentang aperture tersebut untuk memastikan. Perlu diingat saat anda memilih lensa kamera yang mahal bukan berarti kualitas bagus saat menggunakan aperture paling lebar.
6. Mode Manual.
Untuk menentukan mode exposure yang diinginkan maka gunakanalah mode manual pada kamera slr Canon. Anda dapat menentukan aperture dan kecepatan shutter seuai kehendak. Selalu awali melakukan komposisi pada objek lalu mengunci fokus. Atur aperture kecil f 1/16. Tentukan shutter hingga penanda exposure level indicator (0). Jika foto terlalu terang turunkan exposure 1 hingga 2 stop sehingga foto agak gelap.
7. Foto Gemerlap Cahaya dan Komposisi
Tips kamera canon dslr untuk memotret gemerlap cahaya adalah menggunakan aperture f/16. Foreground dan background tajam begitu pula cahaya akan terlihat gemerlap. Jangan lupa untuk mengkomposisikan objek anda, saran saya tetap berpacuan pada rule of third seperti saat anda ingin foto landscape.
8. Mirror Lock-Up
Gerakan sedikit saja pada kamera canon dslr maka sudah bisa menyebabkan  kamera bergetar termasuk  gerakan cermin ke atas dank e bawah di dalam kamera. Solusinya adalah aktifkan mirror lock-up di menu Custom Function untuk mencegah getaran akibat gerakan cermin.
9.Jangan sentuh Tombol Shutter
Ada baiknya anda memiliki remote, shutter release cable, atau menggunakan self timer. Ketika menggunakan shutter lambat, menekan tombol shutter bisa mengakibatkan foto menjadi kabur/tidak fokus.
10. White Balance
Auto balance pada kamera canon dslr bisa mudah tertipu dan mengambil warna yang salah jika digunakan untuk mengambil foto dengan pencahayaan lampu jalanan. Untuk memastikan hasil terbaik dan konsisten, coba cloudy (6000K) untuk membuat warna foto sedikit hangat atau lebih jingga. Anda juga bisa memlih Tungsten  (3200K) untuk membuat warna foto sedikit dingin dan terlihat kebiru-biruan.

Tips foto malam hari

Beberapa peralatan yang dibutuhkan bila Anda ingin melakukan pengambilan foto malam hari adalah:
1. Tripod.
Meskipun tidak selalu diperlukan, namun tripod akan memberikan fleksibilitas terbesar untuk mendapatkan sudut yang Anda butuhkan, terutama saat Anda menjaga kamera agar stabil untuk penerapan eksposur panjang/lama.
2. Lensa wide-angle.
Ini memang merupakan pilihan pribadi, tapi saya lebih suka dengan cara lensa ini bekerja dalam fotografi malam. Seperti 10-22mm f/3.5-4.5, atau 16-35mm f/2.8L. Namun bila Anda masih belum memilikinya, jangan pula terlalu khawatir! Cobalah dengan apa pun yang Anda punya, sebagai satu-satunya hal yang akan membatasi Anda adalah imajinasi Anda sendiri. mantabs… hehe
3. Hood lensa.
Untuk meminimalkan flare lensa dari cahaya yang masuk pada sudut luar frame Anda.
4. Sebuah senter.
Kadang-kadang Anda akan ingin menarik perhatian atau hanya meringankan bagian penting dari latar depan yang terlalu gelap.
5. Imajinasi
Alat banyak berbohong pada kita, kita membutuhkan imajinasi terhadap hasil dari kamera kita sendiri, Anda lebih mengenal kamera Anda daripada saya.
Aturan komposisi yang juga sama berlaku untuk siang hari juga berlaku untuk malam hari, kecuali dengan malam kita harus menerapkan eksposure panjang.
Baiklah, disini sedikit kita berikan contoh pengaturan dalam hal komposisi agar kita lebih memahami hubungan gambar yang dihasilkan dengan komposisi yang diberlakukan pada kamera saat pengambilan foto.

Minggu, 15 Februari 2015

Memotret Langit Malam

Tetap Hangat
Meskipun di musim panas, temperatur di malam hari bisa turun drastis. Selama pemotretan, kita mungkin juga akan berdiri di satu lokasi selama beberapa waktu. Jadi, bawalah selalu baju hangat.
Topi, sarung tangan, dan jaket perlu dibawa. Pastikan juga bahwa sepatu hangat, tahan air, dan tahan terhadap kelembapan dan dingin. Bawa juga persediaan teh atau kopi hangat ke lokasi pemotretan.
2. Perhatikan Kondensasi
Karena temperatur menurun di malam hari,kelembapan udara akan berkondensasi di peralatan yang terpapar udara. Yang jadi masalah, kalau kondensasi muncul di lensa, viewfinder, dan layar belakang kamera.
Untuk meminimalisir terjadinya kondensasi, kita harus memberikan sedikit waktu bagi peralatan untuk menyesuaikan diri secara bertahap (dengan cara membuka tas kamera supaya kamera dapat menyesuaikan suhunya) daripada langsung mengeluarkannya dari dalam rumah atau tas kamera yang hangat ke udara yang dingin. Tapi, kadang kondensasi masih tetap terjadi, jadi bawalah banyak kain lap untuk membersihkan peralatan.
3. Jauhi Polusi Cahaya
Sinar dari lampu jalan, rumah, dan lalu lintas membuat nyaris tidak mungkin untuk melihat bintang dengan jelas. Jadi untuk memperoleh langit yang benar-benar gelap, kita harus mengunjungi lokasi yang benar-benar terpencil.

4. Tetap Aman
Umumnya, pergi ke lokasi pemotretan di malam hari tidak jauh lebih berbahaya daripada siang hari, tapi ada baiknya waspada. Terutama jika akan pergi ke lokasi yang sepi. Jika memungkinkan, ajaklah orang lain untuk menemani kita, atau setidaknya, katakan pada seseorang kemana akan pergi dan kapan akan kembali. Pastikan bahwa kita sudah memahami potensi bahaya di lokasi, seperti tanah yang tidak rata, air, bahkan tepi tebing.
5. Cari Bintang dan Planet

Mencari bintang dan memprediksi di mana bintang dan benda langit lainnya di langit malam biasanya membutuhkan banyak penelitian dan waktu menggunakan peta kertas dan grafik. Kini tersedia berbagai aplikasi dan website yang akan memberikan informasi ini kapanpun dan di manapun kita berada. Untuk menemukan bintang di langit malam, cobalah aplikasi google sky map, star chart, atau aplikasi navigasi bintang lainnya dalam ponsel kalian, cukup arahkan ponsel atau tablet ke langit, dan bintang akan terlihat di layar gadget.

Cara merawat kamera DSLR

Bagi kalian yang hobi fotografi pastinya sudah sangat mengenal kamera DSLR. Seiring perkembangan jaman memang kamera DSLR kini menjadi trend bagi pencinta fotografi. Dari segi ekonomis kamera jenis DSLR memang lebih efisien dari pada jenis SLR. Nah bagi anda yang memiliki kamera DSLR mungkin memiliki berbagai masalah dalam merawat kamera jenis ini. Berikut beberapa tips ampuh yang dapat anda coba untuk merawat kamera DSLR :

1. Secara berkala bersihkan body kamera dengan menggunakan kain yang berbahan viber dan jangan terlalu menekan dalam menggsokanya karena dapat meninggalkan luka dapa body nantinya

2. Selalu bersihkan dengan perlahan lensa dengan tisu khusus yang bisa membersihkan dengan baik tanpa menggores permukaan lensa.

3. Sebaiknya lepaskan lensa dan baterai dari body saat kamera tidak digunakan

4. Selalu tempatkan kamera di ruangan yang sejuk dan tidak terkena matahari secara langsung

5. Simpanlah kamera di dalam tempat khusus yang sebaiknya kedap udara dan jangan lupa masukan silica gel

Tips Foto landscape

  • Saat terbaik untuk mengabadikan keindahan landscape adalah pagi hari dan sore hari, karena matahari belum terlalu tinggi sehingga texture dan bayangan akan lebih ter expose dengan baik
  • Usahakan horizon lurus pada waktu pemotretan, karena horizon merupakan salah satu hal yang dominan di foto landscape. apabila tdk bisa pada waktu pemotretan bisa dilakukan setelah pemotretatan melalui software (tapi ada efeknya dimana akan ada pengurangan lebar foto karena pemotongan)
  • Filter CPL sangat membantu untuk memperindah foto langit anda dengan membirukan langit dan menaikan saturasi warna.
  • filter GND juga akan sangat membantu untuk mengurangi perbedaan exposure antara laut dengan langit.
  • Usahakan untuk memasukan foreground yang menarik kedalam foto landscape. Foreground digunakan agar foto tidak terasa hampa karena. Foreground disini sebagai point of interest namun tetap menonjolkan backgroundnya
  • Bawalah tripod. selain untuk mengurangi goyangan juga untuk bisa mengexplorasi foto landscape dengan tehnik slow shutter.
  • Berexperimenlah dengan slow shutter speed untuk mendapatkan foto yang berbeda. karena ombak merupakan obyek yang bergerak dengan tehnik slow shutter kita akan mendapatkan foto yang lebih dinamis, selain itu dengan tehnik ini bila kiya pergi ke lautkita bisa memblurkan permukaan laut menjadi seperti kabut atau gerakan air terjun seperti kapas.
  • berexperimen dengan pengambilan angle yang tidak melulu sejajar dengan mata. coba lah untuk menggunakan low angle maupun high angle.
  • komposisi dengan aturan 1/3 (rule of third) juga bisa membantu mendapatkan foto yang lebih menarik.
  • Lindungi kamera anda dari debu dan kotoran karena kondisi pada saat pemotretan landscape bsia sangat berdebu dan lembab. Apabila ke pantai usahakan untuk melindungi kamera Anda dari angin karena udara di pantai mengandung garam, masukan kamera ke dalam tas atau bungkus dengan kain apabila tidak sedang digunakan untuk memotret
  • Bila melakukan pemotretan maka lampu flash akan jarang digunakan bahkan kecuali saat malam hari.
  • Jangan lupa gunakan tudung (hood) lensa untuk menangkal cahaya yang masuk terlalu banyak atau flare.
  • Jangan berhenti pada melakukan pemotretan pada saat sunset atau sunrise saja, sebenarnya pemotretan dapat dilakukan sebelum atau sesudah itu karena waktu-waktu juga merupakan momen terbaik dalam pengambilan foto.
  • Nikmati kesegaran udara di alam terbuka dan hangatnya sinar matahari.. jangan terlalu terpaku dengan teori,cobalah lebih kreatif bila anda mentok dengan foto landscape coba memulai dengan foto makro objek-objek yang ada disekeliling anda.

SHUTTER SPEED

Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .

Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!


Slow Shutter Speed
Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .
Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek “jalur cahaya” / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .

Tips Memotret di Malam Hari




1. Menjaga tubuh tetap hangat


Baju yang tebal atau jaket sangat perlu untuk memotret di malam hari. Karena pada malam hari, suhu udara lebih dingin ketimbang siang hari terutama di daerah pegunungan. Agar tidak terganggu dinginnya udara, usahakan untuk tetap menjaga tubuh tetap hangat dan tidak menggigil. Anda bisa melompat atau berlari kecil agar tubuh tetap hangat.

2. Mainkan pencahayaan

Cahaya di malam hari terhitung cukup minim. Agar objek yang disasar bisa terlihat jelas dan maksimal, coba atur kamera dan mainkan pencahayaan.

3. Kenali lokasi pemotretan

Tersandung, terjatuh atau mungkin lupa lokasi pemotretan bisa saja terjadi pada Anda yang ingin memotret pada malam hari. Untuk itu, ada baiknya kenali dulu lokasi pemotretan.

Berkelilinglah pada malam sebelumnya atau siang harinya. Cari tahu bagaimana kondisi medan di malam hari dan tentukan pula tempat paling asyik untuk memotret.

4. Rencanakan spontan

Terkadang, untuk mendapat hasil terbaik tidak perlu dengan perencanaan. Anda tetap bisa mendapatkan foto malam hari yang bagus secara spontan. Yang terpenting, siapkan kamera dan temukan objek terbaik yang ada di hadapan Anda.

Teknik Foto Bulb

Teknik Foto Bulb Fotografi pada umumnya foto bulb dilakukan pada malam hari.Mengapa Teknik Bulb diambil pada waktu malam hari ?? Karena pada malam hari cahaya yang ada sangatlah minim, jadi amat sangat memungkinkan untuk melakukan pengambilan foto dengan speed yang sangat rendah.Dengan melakukan penyesuaian pada diafragma dengan bukaan kecil,sangat memungkinkan lagi untuk mendapatkan speed yg rendah.

Namun Foto Bulb  tidak hanya memungkinkan dilakukan pada malam hari namun juga siang hari tetapi tetap di tempat – tempat tertentu yang mempunyai pencahayaan minim.

Teknik Foto Bulb

Berikut adalah cara atau tips dalam teknik bulb yang munkin berguna :
  • Biasanya Foto bulb dilakukan pada malam hari
  • Gunakan speed rendah atau bulb, speed lebih dari 3 detik
  • Karena menggunakan speed rendah, untuk mengimbangi gunakan bukaan atau nilai f besar, f11 sampai f30, gunanya agar gambar bisa terlihat detail keseluruhan tanpa deph of field dan agar cayaha tidak terlalu fler atau terlalu terang
  • Karena menggunakan kecepatan rendah, agar tidak ada goncangan saat mengambil gambar agar terjadi flug atau gambar yang gerak, maka gunakanlah alat bantu berupa tripod. Kalau tidak ada tripod, alternatif lain adalah seting kamera dengan timer, dan letakan kamera di landasan yang datar dan jauh dari goncangan.