Rabu, 13 Mei 2015

Tips Membeli Lensa Kamera DSLR

Kecepatan Lensa

Kecepatan lensa bisa jadi merupakan pokok bahasan ketika Sobat mencari sebuah lensa baru. Kecepatan atau seberapa cepat sebuah lensa sebenarnya berhubungan erat dengan Aperture maksimal yang dimiliki oleh lensa tersebut. Aperture merupakan ukuran bukaan lensa ketika tombol shutter ditekan (atau seberapa banyak cahaya masuk ke dalam kamera). Aperture dilambangkan dengan F (f-stop).
Sobat bisa membaca artikel kami tentang aperture di: Mengenal Aperture dalam Fotografi. Semakin kecil bilangan maka semakin besar lubang, dan akan ada lebih banyak cahaya yang masuk dalam satu waktu. Hal ini berarti Shutter Speed menjadi lebih cepat, dengan alasan inilah mengapa muncul istilah 'cepat' atau 'lebih cepat'
Besarnya Aperture maksimal lensa bisa membantu Sobat dalam beberapa hal antara lain:
  • Lensa "cepat" dengan aperture maksimal f/1.4 memungkinkan kalian memotret ditempat yang relatif lebih gelap dibandingkan dengan lensa yang memiliki aperture maksimal f/4 atau f/5.6. Hal ini tidak membuat lensa yang lebih lambat menjadi jelek, tapi layak untuk diketahui.
  • Lensa yang "lebih cepat" memungkinkan kalian untuk mengambil obyek gerak dan memotretnya tanpa mendapatkan motion blur
  • Lensa "cepat" memungkinkan kalian untuk mendapatkan Depth of Field yang lebih tipis/sempit. Ini berarti ketika kalian memfokuskan pada subyek yang ada di foreground maka background akan menjadi blur atau tidak fokus. Memiliki lensa 'cepat' tentu saja berarti ada kemungkinan fokus menjadi sedikit lebih 'tricky', mengingat Depth of Field yang digunakan sangat tipis/sempit. Sebagai contoh ketika memotret portrait sebuah wajah dengan Aperture f/1.4 dan memfokuskannya pada mata, maka kemungkinan besar kalian akan mendapati hidung sedikit tidak terfokus.
  • Lensa 'cepat' biasanya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan lensa lain yang lebih lambat.
  • Lensa yang lebih "cepat" akan membantu dalam hal flash photography dalam hal merekeam atau mengambil ambient light
Sebagai referensi, kecepatan lensa dengan aperture f/4 biasanya bagus untuk tujuan pemotretan general dengan kondisi pencahayaan yang bagus. f/5.6 membutuhkan pencahayaan yang bagus atau fitur image stabilization (IS/VR), jika Sobat memotret indoor tanpa flash, maka setidaknya gunakan lensa dengan f/2.8, dan jika Sobat memotret sport indoor maka setidaknya gunakan f/2.0 atau bahkan lebih 'cepat' dari itu.

Focal Length

Focal length merupakan panjang dari lensa yang sobat gunakan (satuan mm merupakan satuan pengukuran focal length dari sebuah lensa). Pengukuran ini adalah jarak antar optik ditengah-tengah lensa ke focal point pada sensor kamera. Apa yang harus Sobat tahu adalah bahwa focal length dari sebuah lensa menginformasikan pada kalian pada saat memotret berapa besar subyek tersebut akan diperbesar. Focal Length juga menginformasikan angle of view yang kalian dapat.

Jarak Fokus

Ini merupakan pengukuran antara bagian akhir lensa dengan titik terdekat kemampuan fokus. Hal ini berguna sekali ketika dalam pemotretan makro atau close-up photography, mengingat jenis fotografi ini membutuhkan jarak yang sangat dekat dengan obyek foto.

Image Stabilization

Kebanyakan lensa DSLR sekarang ini sudah dilengkapi dengan fitur image stabilization (pada canon dikenal dengan IS, dan pada lensa Nikon dikenal dengan VR). Fitur ini berguna untuk meminimalkan getaran atau guncangan kamera (Camera Shake).
Camera Shake adalah gerakan yang terjadi pada saat shutter terbuka. Kejadian ini memiliki dampak lebih besar terhadap hasil foto ketika kita menggunakan slow speed, tidak menggunakan tripod dan waktu menggunakan lensa dengan focal length yang lebih panjang.
Setiap lensa dan kemera memiliki tipe IS yang berbeda, tetapi kebanyakan lensa DSLR yang memiliki fitur ini berisi sensor gyro yang mampu mengoreksi setiap getaran kamera. Kami juga tidak begitu memahami mekanisme IS ini tetapi yang pasti semua lensa Canon atau Nikon yang memiliki fitur ini memungkinkan kita untuk memotret dengan hanya memegang kamera (tanpa tripod) dan dengan shutter speed lebih lambat.
Memang IS membantu fotografer dalam mengurangi getaran kamera pada saat tingkat cahaya rendah, tetapi tetap saja tidak membekukan (freeze) obyek yang bergerak. Pada dasarnya IS memudahkan kita memotret pada shutter speed yang lebih rendah dimana aperture kamera terbuka sedikit lebih lama, tetapi jika subyek foto kalian bergerak berarti akan mengakibatkan lebih banyak blur.
Fitur IS berarti biaya tambahan pada sebuah lensa, jadi Sobat butuh pertimbangan apakah aktifitas pemotretan dengan lensa tersebut membutuhkan fitur ini atau tidak. contoh: apakah Sobat sering memotret pada kondisi cahaya rendah dnegan menggunakan focal length yang panjang tanpa tripod?

Rule of Thirds dalam fotografi


Selalu selaraskan subyek utama dengan garis panduan serta titik persimpangan, hindari penempatan horizon yang membagi frame menjadi 2 bagian yang sama, lebih baik tempatkan horison di sepertiga bawah atau atas, elemen-elemen linear dalam foto setidaknya harus mengalir dari bagian ke bagian lain.
Beberapa fotografer hebat mungkin mendapatkan komposisi bagus secara alami, tetapi pada umumnya mereka tidak mendapatkannya dalam waktu singkat serta membutuhkan banyak sekali latihan dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Ajukan pada diri Sobat 2 pertanyaan ini sebelum menekan tombol Shutter:
  1. Apa yang akan menjadi pusat perhatian dari foto Saya?
  2. Dibagian persegi yang manakah akan saya tempatkan POI tersebut? (Tentunya bukan di bagian tengah)
Jawab terlebih dahulu 2 pertanyaan diatas, dan kemudian lakukan framing, dalam waktu dekat Sobat akan menyadari telah menemukan satu bentuk peningkatan dalam dunia fotografi kalian. Di era fotografi digital, Rule of Thirds merupakan fitur yang telah menjadi satu di banyak kamera. Sobat bisa menghidupkan fitur ini dengan menggunakan pengaturan sederhana dan bisa langsung kalian lihat lewat LCD atau viewfinder (baca buku manual kamera kalian). Layar fokus pada kamera DSLR bisa digantikan dengan layar khusus seperti Rule of Third guna memandu kalian melakukan komposisi.

Apakah dengan menggunakan filter lensa akan mengurangi ketajaman foto?


Menjawab pertanyaan diatas akan sangat tergantung pada kualitas filter serta jenis material filter itu sendiri. Kualitas terbaik filter biasanya dibuat dari kaca optik murni, dan harganya bisa beragam dari kategori mahal sampai sangat mahal. Beberapa manufaktur atau produsen ada yang memproduksi filter resin berkualitas tinggi dengan material hampir murni menyerupai kaca. Ada juga filter murah yang terbuat dari plastik beredar dipasaran, tetapi kami tidak merekomendasikan filter beharga murah tersebut.

Filter optik berkualitas bagus yang terbuat dari kaca murni atau resin tidak akan mengurangi ketajaman serta kontras dari foto, tetapi dengan syarat Sobat harus tetap menjaga filter tersebut bersih ketika digukan, bersih dari debu, ataupun bekas sidik jari. Yang harus diperhatikan adalah, ketika Sobat menambahkan elemen di depan lensa, maka akan meningkatkan potensi terjadinya flare dan pantulan cahaya atau yang sering disebut dengan "ghosting" (pantulan tersebut biasanya terjadi antara elemen bagian depan lensa dan bagian belakang dari filter). Ghosting bisa terjadi lebih parah lagi jika Sobat menggunakan lebih dari satu filter disaat bersamaan, contoh: menggunakan filter Polarize didepan filter UV.

Selasa, 12 Mei 2015

Macam Warna Cahaya


Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Intensitas cahaya


Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

Mahasiswa UII bersama Duta Bahari Jogja Tanam Mangrove Untuk Keberlanjutan Kebaharian DIY

Image
Mahasiswa Teknik lingkungan UII sukses membuat gebrakan dengan melaksanakan penanaman 1000 pohon mangrove di Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta pada Minggu 26 April 2015. Kegiatan ini diprakarsai oleh Adam Ikhya Alfarokhi (Teknik Lingkungan-FTSP), M.Nur Laili D.K (Fakultas Hukum), Citra Endah Nur Setyawati (Teknik Lingkungan-FTSP), Nur Amelia Pawestri (Arsitekur-FTSP) yang tergabung dalam sebuah Tim Pekan Kreatifitas mahasiswa dengan judul “ONCOM” (One Child One Mangrove) Pencegah Abrasi dengan Arahan dan Bimbingan Hudori S.T., M.T selaku Kepala Jurusan Teknik Lingkungan FTSP UII.  
Menurut Adam selaku ketua tim tersebut, terselenggaranya acara dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya ekosistem pesisir pantai yang disebabkan oleh abrasi pantai, khususnya di Pantai selatan,  hal tersebut terjadi karena rusaknya ekosistem mangrove akibat ulah dari aktivitas dan produktivitas manusia yang terlalu over dalam memanfaatkan potensi alam, oleh karena itu sebagai wujud kepedulian mahasiswa akan pentingnya pelestarian kawasan hutan mangrove sejak dini, kami mengadakan penghijauan dan juga gebrakan dengan melakukan penanaman 1000 pohon mangrove dengan anak-anak pesisir, “tandasnya”.
Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama bulan April. Adapun beberapa acara lain yang juga telah sukses dilakukan diantaranya adalah kelas apresiasi yang terlaksana pada tanggal 8 April 2015, di SD Muhammadiyah Babagan dengan sasaran anak kelas 3,4,5 SD. Kelas Apresiasi adalah kegiatan penanaman rasa cinta, kepemilikan, dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang dilakukan dengan cara memberikan inspirasi anak-anak pesisir dan pendekatan yang menyenangkan tentang mangrove terhadap mereka (dengan metode bermain dan belajar),  kegiatan ini juga disisipi dengan motivasi cita-cita dan wawasan kebangsaan sebagai bekal kelak mereka untuk menyongsong masa depan.
Ditambahkan Adam, disamping acara yang bertujuan untuk menanamkan jiwa kecintaan akan bahari kepada anak-anak usia dini sebagai sasaran utama, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan musyawarah Pemuda Cinta Mangrove yang telah dilaksanakan pada sabtu malam, tanggal 25 April 2015 bertempat di Masjid Makmur Dusun Poncosari, Desa Babagan, Imogiri, Bantul sebagai wadah khususnya bagi para Pemuda generasi penerus bangsa dan masyarakat umum untuk menambah dan berbagi pengetahuan antar sesama. Selain itu kegiatan ini juga berfungsi untuk menginspirasi kaum Pemuda untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya mangrove.
Kegiatan ini dilakukan dengan menghadirkan tokoh bangsa yang sudah teruji dan ahli di bidangnya seperti: Suyadi “sang Profesor Mangrove” penerima penghargaan kalpataru, penghargaan presiden, tamu khusus presiden SBY, SCTV Award, Kick Andy, Suprapto, S.IP selaku Asisten Deputi Peningkatan  Wawasan Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementrian Pemuda Dan Olah Raga Republik Indonesia serta Hudori S.T., M.T sebagai praktisi dibidang lingkungan, dosen teknik lingkungan FTSP UII.  “Diharapkan dengan kehadiran mereka dapat menggugah semangat generasi muda untuk melesatarikan alam disekitarnya, khususnya di lingkungan pesisir,” ungkapnya.
Penyelenggaraan kegiatan didukung penuh oleh Balai Pemuda dan Olahraga Disdikpora DIY serta Kementriaan Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya kerjasama kegiatan ini dengan organisasi kebaharian nasional yaitu Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara yang langsung dibawah binaan KEMENPORA RI. Hadirnya Suprapto yang merupakan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementrian Pemuda Dan Olah Raga Republik Indonesia turut berpartisipasi untuk dapat membagi ilmu dengan para pemuda di pesisir DIY dalam acara ini. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini akan terus terjalin koneksi serta adanya peningkatan disegala sektor yang terkait dengan kebaharian di DIY.

Jumat, 24 April 2015

Tim Sepakbola FTI Menjadi Jawara Baru Liga Super UII

ImageGelaran even olahraga Liga Super UII yang berlangsung lebih dari seminggu sejak 9 April 2015 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final yang mempertemukan tim sepakbola Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan tim Alumni B. Pertandingan final yang berlangsung di lapangan kampus terpadu UII, Kamis sore (23/4) menyisakan kenangan yang dramatis bagi kedua tim karena harus diakhiri dengan drama adu penalti. Pada dua babak pertandingan, kedua tim tampil sama kuat sehingga kedudukan tetap seimbang hingga peluit babak kedua ditiup wasit.  
Di tengah guyuran hujan, ketegangan dalam drama adu penalti ini benar-benar dirasakan oleh eksekutor dan penjaga gawang dari kedua tim. Wasit meminta kapten dari kedua tim untuk memilih sisi koin sebagai penentu tim mana yang melakukan tendangan penalti pertama. Kesempatan itu diperoleh oleh tim Alumni B.
“Sayangnya, eksekutor tim Alumni B gagal memanfaatkan peluang itu sehingga tendangannya tidak membuahkan gol. Pada akhirnya tim sepakbola FTI UII-lah yang dinobatkan sebagai juara”, sebagaimana dituturkan official pertandingan, Khalilurrahman, S.Pd.I. Dengan demikian, tim FTI UII berhak menyandang gelar sebagai kampium baru juara Liga Super UII tahun 2015. Kemenangan FTI tersebut sekaligus mematahkan dominasi tim FIAI yang selama dua tahun beruntun mempertahankan gelar juara liga super.
Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH yang hadir menyaksikan pertandingan turut memberi selamat atas kemenangan FTI UII. “Para pemain yang berpartisipasi dalam Liga Super UII ini telah kami pantau baik dari segi bakat maupun skill-nya lewat pemandu bakat yang kami tugaskan. Selanjutnya saya harap pemain yang nanti kami panggil dapat ikut menyokong pembentukan timnas yang mewakili UII”, ujarnya.
Oleh karenanya, ajang liga super juga menjadi media untuk menyeleksi bakat-bakat unggulan mahasiswa UII di bidang olahraga sepakbola. Di tahun depan, diharapkan semua tim dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi agar pertandingan dapat memunculkan bakat-bakat baru sepakbola di UII.

UII Berjaya dalam Lomba MTQ Se-DIY dan Jateng di STIKES Surya Global

Image
Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diselenggarakan di STIKES Surya Global, Bantul pada 11-18 April 2015. Dalam kompetisi tahunan yang mempertemukan para mahasiswa penghafal dan pemerhati Al-Qur’an tingkat DIY dan Jateng ini, delegasi UII dinobatkan sebagai juara umum karena berhasil mengantongi enam kemenangan di lima ajang perlombaan berbeda. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi tonggak awal yang dapat menyemangati tim UII pada ajang perlombaan MTQ yang lebih bergengsi di tingkat nasional.
Dikatakan oleh Yasin Al-Arif, mahasiswa UII yang menjadi juara I pada kategori Fahmil Qur’an bahwa lomba MTQ ini adalah pemantik untuk berjuang lebih keras dalam MTQ tingkat nasional nantinya. “Lomba yang diadakan oleh LDK Jamaah Al-Kahfi ini kami anggap sebagai ajang untuk mengasah kemampuan dan mental dalam bertanding”, katanya.
Kategori lomba lainnya yang dimenangkan oleh UII, seperti kategori Tilawatil Qur’an sebagai juara III oleh Nurin Retno Sawitri, kategori Syarhil Qur’an sebagai juara I dan III oleh Syaraswati Nur Awalia dan Eva Fadhillah, kategori Hafidz sebagai juara II oleh Fukky Winasis, serta kategori Nasyid Syahada sebagai juara I oleh Hanif Rahmat.
Pencapaian delegasi UII dalam lomba semacam ini ternyata juga ditunjang oleh adanya kompetisi MTQ internal yang diadakan secara rutin di UII. Lewat hal itu, dapat diketahui bibit-bibit unggul mahasiswa UII yang berpotensi diikutkan dalam lomba MTQ di tingkat yang lebih tinggi. Sebagai kampus bernafaskan Islam, UII tentunya tidak hanya berprestasi pada lomba bertema sains dan teknologi saja namun juga dalam lomba bertema religi.
Sebelumnya, mahasiswa UII yang tergabung dalam Pondok Pesantren UII juga berhasil menjuarai Festival Timur Tengah di Universitas Indonesia. Diharapkan para mahasiswa berprestasi UII yang mengharumkan nama kampus semakin bertambah dan mendapat dukungan dari Direktorat Pengembangan Bakat, Minat, dan Kesejahteraan Mahasiswa UII.

Kamis, 23 April 2015

Peringati Milad ke-72, Ikatan Keluarga Istri Kunjungi Istri Mantan Pimpinan UII

Image
Belajar dari keteladanan istri mantan pimpinan UII terdahulu, Ikatan Keluarga Istri (IKI) UII yang dipimpin oleh ibu Rektor UII, Endang Tutik Yulianti mengadakan kegiatan anjangsana (silaturahmi) ke beberapa  kediaman istri mantan  pimpinan UII, Rabu (22/4). “Anjangsana ini akan selalu dilaksanakan rutin setiap tahun,”tuturnya saat akan memulai kunjungan.
Melalui kegiatan anjangsana ini diharapkan ada transfer ilmu yang berharga dari istri-istri mantan pemimpin UII selama mereka mendampingi suaminya dalam bertugas. Selain memberikan ilmu serta doa agar UII semakin jaya, mereka juga masih memiliki keinginan yang sangat besar untuk berkontribusi di UII. Oleh karena itu, pertemuan rutin Ikatan Keluarga Istri yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali selalu mengundang para istri mantan pimpinan UII di samping menghadirkan istri pimpinan yang sedang menjabat saat ini.
Kegiatan anjangsana kali ini dimulai dari kediaman istri almarhum Dr. H. Supardi, SE, MM., mantan wakil rektor II (periode 1994 – 1998 dan periode 1998 – 2002), yang dilanjutkan ke kediaman almarhum Prof. Dr. Dahlan Thaib, S.H., M.Si. sebagai Pembantu Rektor III dua periode (1981-1989), Ir. RHA. Syahirul Alim, M.Sc. yang dulu menjabat sebagai Pembantu Rektor II selama dua periode (1973 - 1978 dan 1978 – 1981) serta pada 1982 - 1986 sebagai Pembantu Rektor IV, Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. menjabat sebagai Rektor UII periode 1990 – 1993, dan kunjungan berakhir di kediaman almarhum Drs. H. Soeroyo, MA., mantan Pembantu Rektor I periode 1983 – 1986.
Para istri mantan pimpinan UII merasa sangat senang dikunjungi oleh Ibu-Ibu IKI, “Kami mengharapkan ikatan persaudaraan yang telah terjalin ini semakin kuat dan kokoh walaupun kegiatan anjangsana ini hanya sekali setiap tahunnya”, ujar istri mantan Rektor UII Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, M.Sc. yang menganggap kegiatan anjangsana ibu-ibu IKI dalam agenda milad rutin merupakan ajang pengakraban ke istri mantan pimpinan UII.

Jumat, 27 Maret 2015

Istilah dalam lensa NIKON

AF

Singkatan dari Auto Focus, artinya lensa bisa fokus secara otomatis melalui kamera.

AF-D – Auto Focus with Distance Information

Artinya same seperti AF dengan tambahan bahwa lensa mampu mengirim informasi jarak antara obyek foto dan lensa ke kamera yang oleh kamera akan dipakai untuk menentukan metering

SWM – Silent Wave Motor

Lensa dengan nama ini memiliki kemampuan mengganti fokus dari auto focus ke manual focus secara cepat hanya dengan memutar focusing ring, tanpa harus mengganti mode focusing seperti hanlanya di lensa AF-D

AF-S – Auto Focus Dengan Silent Wave Motor

Lensa AF-S memiliki motor didalamnya sehingga bisa bekerja dengan semua jenis kamera DSLR Nikon yang tidak memiliki motor sendiri; kamera ini antara lain: D40/D40X, D60, D5000.

IF – Internal Focusing

Lensa mampu mencari fokus secara cepat hanya dengan menggerakkan elemen-elemen internal tanpa harus menggerakkan barel lensa (tanpa harus menggerakkan dan atau memanjangkan bagian depan lensa). Lensa dengan fitur IF mampu mencari fokus lebih cepat dibandingkan lensa non IF, lensa ini antara lain: Nikon 18-200mm f/3.5-5.6 VR II dan Nikon 70-200mm f/2.8 VR II.

RF – Rear Focusing

Cara lensa mencari fokus adalah dengan menggerakkan elemen internal di bagian belakang lensa.

G

Jika anda melihat huruf G dibelakang aperture lensa, misalnya: Nikon 50mm AF-S f/1.4G, artinya bahwa lensa tersebut tidak memiliki ring untuk mengatur aperture. Hampir semua lensa modern Nikon bertipe G.

Micro

Artinya sama dengan Macro, artinya lensa dengan spesialisasi untuk fotografi makro (jarak dekat).

PC-E – Perspective Control with Electronic Diapragm

Memungkinkan teknik tilt-shift, alias lensa bisa digeser dan dibengkokkan.

ED – Extra Low Dispersion

Adalah lensa dengan chromatic aberration minimal, lensa ini tidak menyebarkan cahaya yang membuat munculnya chromatic aberration di foto. Apa itu Chromatic Aberration?

DC – Defocus Control

Lensa dengan fitur ini memungkinkan kita mengontrol bokeh (apa itu bokeh?), yang biasanya bagus untuk foto potret.

VR – Vibration Reduction

Memungkinkan kita menggunakan lensa dalam shutter speed yang rendah hanya dengan memeganngya tanpa harus membutuhkan tripod. Lensa dengan VR dilengkapi dengan sensor gerakan yang mendeteksi pergerakan tangan dan kemudian mengkompensasinya sehingga bisa meminimalisir blur.

SIC – Super Integrated Coating

Lensa dengan fitur ini mampu menghasilkan warna yang lebih bagus dan biasanya mampu mengeliminir ghosting dan flare.

N – Nano Crystal Coat

Huruf N biasanya ditampilkan dengan stiker emas dibagian atas. Lensa dengan nano crystal coat mampu meminimalkan ghosting dan internal flare sehingga foto yang dihasilkan bisa lebih jernih (clarity).

Dx

Lensa dengan huruf DX berarti lensa tersebut khusus didesain untuk digunakan dengan kamera DX milik Nikon seperti D3000/D5000/D90/D300s. Lensa DX juga bisa dipakai dikamera full frame Nikon (FX), hanya resolusi foto yang dihasilkan hanya separuhnya.

Teknik Fotografi


Menjadi seorang fotografer bukan berarti kerjamu hanya tekan tombol shutter saja. Diperlukan skill dan penguasaan teknik-teknik khusus fotografi untuk menunjang karirmu dalam bidang ini, sehingga kamu bisa bersaing dengan fotografer yang jumlahnya tak terhingga di dunia ini. Selain itu, dengan memahami teknik-teknik fotografi, kamu dapat membuat hasil fotomu lebih variatif.
Foto pemandangan? Foto manusia? Itu biasa. 5 teknik fotografi dibawah ini sanggup menghasilkan foto-foto berkelas yang menakjubkan, bahkan dengan objek paling biasa sekalipun.

High-Speed Photography
Pernah melihat foto balon meledak, percikan air atau kaca pecah? Nah, foto-foto ini dihasilkan dengan teknik high-speed photography. Objek yang bergerak akan menimbulkan efek blur ketika dipotret, dan beberapa fotografer menginginkan mereka “beku” sejenak untuk mendapatkan gambar yang fantastis. Teknik ini membuat hal-hal yang terjadi dengan cepat dan secara normal tidak akan tertangkap mata menjadi mungkin untuk diabadikan. Amazing, right?

Tilt-Shift Photography
Tilt-shift photography adalah teknik fotografi unik dan kreatif yang mampu memanipulasi objek atau lokasi dengan ukuran sebenarnya menjadi terlihat seperti model miniatur. Untuk membuat efek ini, potret gambar dari sudut yang tinggi, sehingga akan tercipta ilusi seperti sedang melihat sebuah model miniatur. Kamera yang dilengkapi dengan lensa tilt-shift adalah yang kamu butuhkan untuk memulai teknik ini agar menghasilkan depth of field yang sempit.

High Dynamic Range Photography (HDR)
Teknik fotografi menakjubkan ini akan mampu mengaburkan pengertian kita akan perbedaan antara ilusi dan kenyataan. Foto HDR adalah teknik yang mampu membuat rentang dinamis dari eksposur yang jauh lebih besar dibandingkan dengan teknik digital imaging biasa, sehingga dapat memunculkan tingkat intensitas level yang jauh berbeda antara cahaya dengan bayangan. Biasanya teknik ini dilakukan dengan memodifikasi foto dengan software pengolahan gambar. Hasilnya? Luar biasa, tentu saja.

Smoke Art Photography
Asap merupakan hal biasa dalam kehidupan kita. Tapi tahukah kalian kalau asap bisa dijadikan objek untuk mengasilkan karya seni? Smoke art photography membuat hal yang biasa-saja ini menjadi luar biasa. Asap ini bisa digunakan sebagai objek atau sebagai media untuk membuat sesuatu yang lain. Beberapa fotografer menggunakan teknik fotografi ini untuk mengabadikan kecantikan dan kealamian dari asap ini, sementara fotografer lainnya menggunakannya untuk “melukis”, menghasilkan suatu karya seni yang amat menakjubkan.

Motion Blur Photography
Berbeda dengan high-speed fotografi yang sengaja “membekukan” objek foto, teknik fotografi motion blur menangkap keindahan dari sesuatu yang bergerak justru dari efek blurnya. Motion blur biasanya digunakan untuk memunculkan kesan gerakan yang cepat. Kamu bisa mendapatkan efek ini dengan menggunakan kecepatan shutter yang lambat (slow shutter speeds).



Mengontrol Auto Fokus

Ada beberapa cara untuk mengontrol autofocus. Pertama, mengubah posisi kamera setelah autofocus mengunci titik yang dituju dengan cara mempertahankan tombol shutter ditekan setengah jalan. Setelah posisi kamera sesuai dengan yang diinginkan, tombol shutter dapat ditekan penuh. Kedua, mengubah pengaturan lensa menjadi manual setelah titik yang dituju tampak jernih menggunakan autofocus. Ketiga menggunakan fasilitas back button autofocusing. Fasilitas back button autofocusing memiliki nama yang berbeda untuk kamera dengan produsen yang berbeda pula. Pada kamera D90 keluaran Nikon yang saya miliki tombol tersebut bernama AE-L/AF-L. Letaknya persis di sebelah kanan viewfinder tempat kita mengintip obyek yang akan diambil gambarnya. Dua cara pertama mendahulukan upaya memfokuskan obyek kemudian mengubah posisi kamera sedangkan teknik terakhir bisa menjernihkan gambar dahulu atau menentukan posisi kamera dahulu sesuai keinginan.

Dengan teknik back button autofocus, jika ingin memfokuskan obyek terlebih dahulu kita tinggal menekan tombol shutter setengah seperti biasa kemudian menguncinya dengan menekan tombol AE-L/AF-L. Setelah itu baru mengubah posisi kamera seperti yang diinginkan. Akan tetapi cara ini mengandung risiko yaitu perubahan posisi kamera sedikit atau banyak juga dapat mempengaruhi kejernihan objek yang dituju. Masalah tersebut dapat diatasi dengan cara sebaliknya.  Ada beberapa perubahan setting kamera untuk melakukan teknik ini. Pertama, AF-area Mode perlu diubah menjadi single point tujuannya agar kita bisa menentukan titik mana yang akan digunakan sebagai panduan bagi kamera untuk memfokuskan obyek. Kedua, mengaktifkan tombol AF-ON. Dengan demikian setelah menentukan posisi kamera dengan titik fokus yang tepat, kita bisa menjernihkan gambar dengan menekan tombol AE-L/AF-L. Namun demikian cara ini juga tidak lepas dari kekurangan karena menentukan posisi kamera dengan titik fokus yang diinginkan juga cukup sulit dan kadang kurang memuaskan. 

Komponen dasar kamera DSLR




Komponen dasar yang terdapat pada kamera DSLR (sebagian terdapat juga pada kamera Rangefinder), yaitu:
- Lensa
- Diafragma (Aperture)
- Rana (Shutter)
- Sensor gambar digital (Digital Image Sensor)
- Memory Card
- Layar LCD
- Flash eksternal
- Jendela bidik (viewfinder)

Lensa
Sebuah lensa merupakan serangkaian elemen canggih yang biasanya terbuat dari kaca. Lensa dibentuk untuk membiaskan dan memfokuskan pantulan cahaya dari objek pada titik-titik tertentu. Sebelum membentuk gambar, interaksi pertama dengan pantulan cahaya yang datang dari objek adalah melalui sebuah lensa kamera.

Jenis-Jenis Lensa Secara Umum:
Meskipun ada banyak sub kategori jenis lensa, pada dasarnya jenis lensa yang umum dikenal adalah tele, wideangle,zoom, dan prima. Semua lensa ini melakukan fungsi dasar yang sama yaitu menangkap cahaya reflektif dari subjek dan memfokuskan pada sensor gambar namun cara mengirimkan cahaya yang dipantulkan objek berbeda.
Lensa Tele; Karakteristik dari lensa ini adalah mendekatkan objek tetapimempersempit sudut pandang. Lensa ini biasanya digunakan oleh fotografer olahraga dan fotografer binatang liar untuk mengambil objek foto yang jaraknya jauh.

Lensa Tele




Lensa Sudut Lebar (Wide Angle); Lensa ini kebalikan dari lensa tele yaitu lensa yang mempunyai focal length pendek. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya dan dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit.

Lensa Wide Angle

Lensa Zoom; Lensa zoom memiliki kemampuan untuk mengubah focal length dari wide angle ke standar dan dari standar ke zoom sehingga sangat fleksibel untuk digunakan karena memiliki rentang focal length yang cukup lebar. Lensa jenis ini di kenal juga sebagai lensa sapu jagad, akan tetapi lensa ini rawan getar, maka dari itu lensa zoom yang memiliki Image Stabilization sangat dianjurkan. 

Lensa Zoom


Lensa Prime atau Fixed Lens; Lensa yang hanya memiliki satu rentang fokal sehingga tidak bisa menggunakan zoom. Untuk yang baru belajar fotografi, lensa prime lensa yan baik untuk belajar karena Anda dipaksa untuk bergerak dan mengambil sudut pandang yang lebih baik

Kamis, 26 Maret 2015

Tips dan trik Foto Levitasi

Ada beberapa tahap ketika seseorang melompat, 1) Naik ke atas, 2) Berhenti sejenak di udara ketika titik puncak (hovering) dan 3) Turun ke bawah.
  • Tahap yang paling ideal untuk foto levitasi adalah ketika model naik ke atas, karena pada tahap ini rambut model cenderung rapi, baju pun juga masih terlihat rapi.
  • Ketika model di tahap hovering, rambut dan pakaian akan cenderung menggelembung akibat efek aksi reaksi gravitasi sehingga akan terlihat kurang natural.
  • Ketika model di tahap jatuh ke bawah maka rambut dan pakaian akan berantakan naik ke atas karena ketiup angin sehingga efek levitasinya kurang terasa.
Sebagai pelengkap, agar rambut dan pakaian tidak mudah berantakan, bisa dipakai penjepit kertas untuk menjepit rok atau baju dan menggunakan gel atau hairspray atau pakai topi agar rambut tidak mudah berantakan


Foto Levitasi dengan Editing 
Di komunitas Levitasi Hore, diperbolehkan menghasilkan foto levitasi dengan kamera apapun dan dengan cara apapun, salah satunya dengan cara rekayasa digital (Photoshop Trick). Di teknik ini, model berlevitasi tidak dengan melompat, tapi dengan menggunakan alat bantu seperti kursi, meja atau alas lain untuk menopang tubuh sambil berpose seolah-olah sedang levitasi kemudian di komputer alat bantu tersebut di hilangkan dengan software pengolah gambar seperti Photoshop. Karena itulah disebut Photoshoptrick.
Teknik ini sangat berguna untuk beberapa kondisi:

  • Model punya keterbatasan untuk melompat (berat badan berlebih atau sedang cidera kaki)
  • Konsep foto yang terlalu ekstrem sehingga sangat sulit dilakukan jika dengan melompat
  • Faktor keamanan kalau melompat (lantai licin, memakai gaun panjang atau memakai sepatu hak tinggi)

Pengertian Foto levitasi

Apa itu foto levitasi? foto levitasi adalah teknik fotografi yang membuat seseorang/sesuatu memiliki kesan seolah-olah bisa melayang terbang tanpa menggunakan alat bantu
Nah bagaimana caranya agar seseorang atau sesuatu tersebut terlihat terbang? Secara umum levitasi dilakukan dengan cara melompat, tapi bukan melompat biasa. Berikut adalah 6 tips dasar teknik foto levitasi:
1. Foto Levitasi Berbeda Dengan Foto Jump Shot (Foto Lompat)
Meskipun hampir mirip dan menggunakan teknik yang hampir sama, foto levitasi jika dilakukan dengan benar akan sangat terasa berbeda dengan foto jump shot. Inti dari teknik foto levitasi adalah membuat seseorang terlihat senatural mungkin di udara, jadi seolah-olah orang tersebut melakukan kegiatan di udara yang biasanya dilakukan di darat.
Levitasi merupakan gabungan teknik foto dan konsep foto sehingga semakin kuat Konsep dari sebuah foto dan semakin kuat teknik foto maka semakin kuat juga efek Levitasinya. Konsep foto di sini merupakan perpaduan dari pose tubuh, ekspresi wajah, pakaian atau aksesoris yang dipakai dan Lingkungan Sekitar.
  • Pose Tubuh yang sedang jump shot biasanya bahu terangkat, dada membusung, kaki terlipat sempurna, tangan dan kaki bergerak bebas atau terlihat tidak natural, rambut yang berantakan.
  • Ekspresi wajah yang sedang jumps shot biasanya terlalu ceria, mulut terbuka lebar tanpa makna, terlihat ekspresi sedang usaha melompat (muka tertekuk misalnya).
  • Pakaian/aksesoris yang sedang jump shot biasanya berantakan, aksesorisnya juga seperti tas dan Kalung terlihat tidak natural.
  • Lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi apakah foto ini terlihat lompat atau terlihat terbang? Misalnya di dalam foto ada penampakan kursi atau apapun yg membuat logika kita berpikir orang ini sedang loncat dari atas kursi, maka efek levitasinya akan berkurang.
Untuk teknik foto sendiri sebenarnya sangat sederhana, secara umum hanya mengandalkan speed tinggi (minimal 1/250) dan pengambilan sudut secara low angle (memotret dari bawah) selain itu diperlukan juga cahaya yang cukup terang agar obyek foto tidak nge-blur. Karena sederhana teknik foto levitasi ini hampir dapat diterapkan pada semua jenis kamera termasuk kamera seluler dan kamera saku.

Tips fotografi pada malam hari menggunakan kamera DSLR

1. Nilai ISO
Jika mengambil gambar pada malam hari tanpa tripod, aturlah nilai ISO kamera untuk menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang ada. Misalnya, anda dapat menyetting nilai iso ke 1600 untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih terang yang tentunya harus diimbangi dengan shutter spped yang lebih lambat. Namun perlu diingat juga bahwa semakin tinggi nilai iso akan menimbulkan 'noise' pada hasil jepretan. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, sobat bisa menggunakan bantuan tripod untuk menghindari goncangan ketika shutter speed lebih di lambatkan dan mengurangi nilai iso.
2. Lambatkan Shutter Speed
Sudah saya singgung di bagian sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan hasil jepretan yang lebih cerah, sobat harus melambatkan speed shutter. Hal ini dimaksudkan karena kaitannya dengan waktu sensor elektronik terkena cahaya selama proses pengambilan gambar. Semakin lambat shutter speed, maka akan semakin lambat sensor untuk mendapatkan cahaya. Untuk bagian ini silahkan sobat bereksperimen sendiri!
3. Gunakan Right Flash Light
Kamera DSLR dilengkapi dengan built-in flash, yang akan menjadi efisien saat digunakan untuk memotret di malam hari. Flash Built-in  menawarkan intensitas dan kecepatan yang berbeda, yang dapat diatur secara manual. Pertimbangkan selalu jumlah cahaya alami dan jarak dari subjek yang akan difoto. Untuk subyek yang bergerak, gunakan flash shutter speed 1/60 dari satu detik atau yang lebih cepat.
4. Lakukan Teknik ‘Bracketing’ 
Meskipun Anda telah memahami teknik fotografi, tetap sulit untuk mendapatkan hasil foto yang bagus hanya dengan sekali jepret. Intensitas cahaya yang berubah-ubah (mis: seiring tenggelamnya matahari) akan menjadi tantangan besar saat Anda hendak menentukan eksposur yang tepat. Kendala ini bisa dipecahkan antara lain dengan menerapkan teknik bracketing. Jepret obyek fotografi Anda sesuai dengan yang disarankan oleh lightmeter kamera. Setelah itu, ambil gambar lagi dengan lightmeter yang dinaikkan dan diturunkan satu atau dua tingkat. Kamera SLR tertentu telah ada yang memiki fitur bracketing otomatis sehingga Anda tidak perlu melakukannya secara manual.

Tips Fotografi Objek bergerak

Keseimbangan.
Pastikan posisi kamera digital anda tetap pada posisinya (tidak bergeser - geser). Anda dapat menggunakan tumpuan kamera atau yang biasa disebut tripod yang akan membuat posisi kamera anda stabil saat akan mengambil gambar. Anda dapat menanyakan tripod yang cocok untuk kamera anda di toko kamera digital.
Pencahayaan.
Mendapatkan cukup cahaya saat mengambil gambar merupakan aspek yang penting untuk menghasilkan gambar yang sempurna. Ini adalah suatu hal yang terkadang tidak dapat dihindari saat anda akan mengambil gambar pada objek yang sedang bergerak. Namun, anda dapat mengakalinya dengan mencari sudut gambar yang bagus dimana objek tersebut mendapat pencahayaan yang sempurna. Carilah tempat dimana anda dapat mengambil foto dengan kondisi tersebut. Tempat yang baik adalah dimana posisi matahari ada dibelakang anda, sehingga objek yang akan difoto mendapat pencahayaan sempurna. Cara lain adalah bergantung dari cahaya flash yang diberikan kamera digital anda. Gunakan lampu khusus pemotretan untuk mengambil gambar pada tempat yang kurang pencahayaan. Paling tidak ini dapat membantu mengurangi efek warna kuning ataupun kehijauan yang biasanya dihasilkan dari jepretan kamera digital karena kurangnya pencahayaan.
Tambahan memory.
Dapatkan hasil foto yang bagus dengan menambah kapasitas memory pada kamera digital anda. Menambahkan kapasitas memori ini akan membuat kamera anda bebas dalam mengambil foto dengan kapasitas yang besar dan dengan resolusi yang tinggi.
Foto dengan resolusi tinggi ini cenderung bersih dan jelas, sehingga jika anda memperkecil ukuran fotonya, anda tetap memperoleh gambar yang bagus. Kapasitas memory yang besar pada kamera anda membuat anda dapat mengambil gambar dalam jumlah yang banyak, sehingga nantinya anda dapat memilih dengan santai foto yang anda anggap paling bagus.
Selidiki lokasi.
Menyelidiki terlebih dahulu tempat yang nantinya merupakan tempat anda mengambil foto adalah cara yang dapat anda lakukan berikutnya dan ini sangat membantu. Melakukan survei lokasi ini paling tidak dapat membantu anda untuk menentukan sudut pemotretan dan membantu anda mengetahui sumber - sumber cahaya yang nantinya akan membantu anda dalam menghasilkan jepretan yang bagus dan sempurna.
Settingan kamera.
Anda juga dapat mengatur sendiri settingan pada kamera digital anda. Walaupun cara ini tidak terlalu membantu anda, Paling tidak anda dapat membuat pengaturan sendiri yang sesuai dengan selera anda untuk mengambil gambar.

Senin, 02 Maret 2015

Hal-Hal yang perlu di perhatikan saat anda memotret kembang api



Gunakanlah Tripod, karena Tripod dapat dapat mengurangi getaran yang menyebabkan ketajaman foto yang anda ambil kurang. Jika Saat anda memotret menggunakan tripod foto yang anda ambil dapat memuaskan.

Gunakan setting Eksposure, aperature F/16 Shutter 2″ dan ISO 100 atau bisa juga dengan settingan aperature F /14 shutter 2″ dan ISO 200.

Matikan flash, karena untuk mendapatkan foto kembang api flesh tidak lah membantu justru malah menurunkan kualitas fota yang anda ambil karena cahaya yang di hasilkan tidak merata.

Matikan AutoFocusm dan gunakan Focus manual, karena datangnya kembang api tidak dapat terduka dan kembang api yang datang minim akan cahaya.

Carilah tempat yang luas (tidak ada pepohonan yang akan menghalangi pemotretan anda). Dan arahkan kamera anda ke langit, dengan begitu di manapun kembang arah kembang api yang muncul anda dapat dengan mudah membidiknya dan mengunci target foto.

Usahakan anda jangan memotret ke arah kembang api, karena kembang api munculnya sangat tidak terduga. Oleh karena itu janganlah anda mengambil foto pada setiap arah kembang api yang muncul.

Ambil foto kembang api dengan sebanyak-banyaknya, karena kembang api yang muncul hanya beberapa saat maka usahakan saat memotret anda menggambil fotonya dengan banyak untuk mendapatkan hasil yang di inginkan.

Teknik zooming pada fotografi


Zooming merupakan teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.
Efek zooming terbaik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan Anda mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik Foto Portrait ini dapat digunakan baik pada siang hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan malam hari, Anda dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.

Minggu, 01 Maret 2015

Pengertian BULB ?



BULB merupakan salah satu teknik pengambilan gambar(di fotografi) dengan menggunakan speed yang sangat lambat, saking lambatnya,sehingga tidak memungkinkan pengambilan gambar di lakukan dengan tangan kosong(berarti tangannya harus diisi..halahhh). Alat bantu yang digunakan untuk pengambilan foto bulb pada umumnya adalah tripod, agar tidak terjadi guncangan pada kamera sewaktu pengambilan gambar dilakukan yang membuat gambar berbayang.

Kapan sih kita bisa melakukan pengambilan gambar dengan teknik bulb..??

Pada umumnya foto bulb dilakukan pada malam hari.
KENAPA..???
karena pada malam hari cahaya yg ada (sebut available lights) sangatlah minim, jadi amat sangat memungkinkan untuk melakukan pengambilan foto dengan speed yang sangat rendah.dengan melakukan penyesuaian pada diafragma dengan bukaan kecil,sangat memungkinkan lagi untuk mendapatkan speed yg rendah,serta gambar yang detail(dikarenakan bukaan diafragma yg besar membuat ruang tajam semakin luas).Penggunaan ISO/ASA/biasa disebut dengan istilah 'film speed' yang sangat rendah, membuat gambar yang dihasilkan semakin tajam,karena kerapatan gambar yg dihasilkan cukup halus. Namun foto bulb tidak hanya memungkinkan dilakukan pada malam hari, namun juga siang hari, tapi tetap di tempat2 tertentu yang mempunyai pencahayaan minim

Bagaimana sih Teknik Pengambilan Foto BULB..???

-Shutter Speed rendah -->lebih dari 3 detik (agar didapat efek pergerakan dari benda yang di foto )

-Diafragma Kecil -->11-22 (Untuk mendapatkan ruang tajam keseluruhan gambar lebih luas dan memungkinkan shutter speed lebih lambat)

-ISO/ASA serendah mungkin --> <200 (Agar mendapatkan hasil yang cukup halus, serta tidak pecah bila mengalamin perbesaran)

-Menggunakan Tripod & kabel release (bila ada) --> untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang.

-MemFokuskan object -->foto bulb tidak hanya sekedar foto landscape(pemandangan/view) saja.melaikan dapat juga ditentukan sebuah objek foto dengan Foreground atau background efek cahaya bergerak (Moving Lights)

-Metering Objek-->dimaksudkan agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas,kecuali jika sang fotografer mempunyai maksud lain dengan men-Set metering objek Under atau Over expos.

Kamera DSLR dan Shutter Speed


Kamera SLR:


Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Fotografi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).


Shutter Speed :


Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Perpustakaan UII Raih Akreditasi “A” dari Perpusnas RI

Image
Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil memperoleh akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) berdasarkan sertifikat akreditasi perpustakaan nomor 29/1/ee/XII.2014. Raihan prestasi ini berhasil ditorehkan karena para asesor menilai Perpustakaan UII memiliki beberapa keunggulan dan sistem manajemen mutu yang baik. Sebagai gudang ilmu sekaligus jantung aktifitas akademik di kampus, keberadaan perpustakaan terakreditasi tentunya sangat penting guna menunjang pembelajaran di perguruan tinggi.
Akreditasi nasional perpustakaan pada dasarnya merupakan cerminan dari kualitas pelayanan sekaligus kelengkapan infrastruktur dan koleksi perpustakaan. Adanya akreditasi ini tidak lain sebagai legitimasi yang kredibel dan juga menjadi salah satu indikator penting bagaimana suatu eksistensi institusi pendidikan dapat memahami dinamika secara komprehensif.
Disampaikan oleh Kepala Perpustakaan UII, Joko Sugeng Prianto, SIP, M.Hum bahwa raihan akreditasi ini semata-mata adalah karunia Allah SWT yang patut disyukuri oleh segenap sivitas akademika UII. “Kita patut bersyukur karena Perpustakaan UII yang notabene adalah perpustakaan universitas swasta mampu menunjukkan kualitas yang sejajar dengan perpustakaan yang dimiliki oleh universitas negeri. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras teman-teman semua”, ungkapnya.
Ia menceritakan awal rangkaian akreditasi perpustakaan dimulai dengan adanya rencana kunjungan asesor Perpusnas RI yang dijadwalkan pada awal bulan Desember 2014. Selama masa tunggu itu, pihaknya intens mempersiapkan berbagai dokumen penunjang kelengkapan akreditasi. Di samping itu, ia juga menjalin komunikasi dengan pimpinan UII dan pihak Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY untuk memperoleh masukan dalam penyiapan akreditasi tersebut. “Masukan dan dukungan pimpinan UII serta pihak BPAD DIY sangat bermanfaat dalam menguji kesiapan kami sebelum menjalani akreditasi”, ujarnya. Adanya audit mutu internal yang rutin dilakukan di UII juga turut memberikan kesiapan mental dan material sebelum menjalani visitasi dari asesor.
Ketika disinggung tentang poin apa saja yang mendapat penilaian positif selama akreditasi, ia membeberkan bahwa setidaknya terdapat sembilan indikator penilaian akreditasi yang dilihat asesor, seperti aspek layanan, kerjasama, kelengkapan koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, SDM, sarana prasarana, dsb. “Poin tertinggi dari penilaian disumbangkan oleh kualitas layanan perpustakaan, kelengkapan koleksi, dan SDM. Di ketiga penilaian ini kita mendapat skor yang tinggi”, tambahnya.
Selain itu, pihak asesor juga mengapresiasi inisiatif Perpustakaan UII yang tengah mengembangkan software untuk menilai angka kredit pustakawan, yang masih tergolong baru di bidangnya. Sementara SDM Perpustakaan UII juga diapresiasi karena telah banyak pustakawan UII yang mengantongi gelar pendidikan dari sarjana hingga magister sesuai dengan bidang ilmunya.
Ke depan, ia ingin agar raihan akreditasi ini tidak berhenti sampai di sini. “Kami akan terus mengembangkan diri agar Perpustakaan UII dapat memberi kontribusi maksimal. Fokus pengembangan ada di dalam peningkatan kualitas layanan, SDM, dan koleksi jurnal online yang kita miliki”, pungkasnya.